PPATK Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Sangihe Melalui Edukasi Anti Pencucian Uang

Sangihe1374 Dilihat

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengadakan sosialisasi dan edukasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis, 30 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PPATK, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bank SulutGo, dan PT Pegadaian Persero, yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-600 Kota Tahuna.

Terdapat dua kegiatan utama yang diselenggarakan, yaitu program PPATK Mengajar di SMKN 1 Tahuna dan Diskusi Kontporer di Politeknik Negeri Nusa Utara. Program PPATK Mengajar diikuti oleh siswa-siswi dari SMKN 1, SMKN 2, dan SMA 1 Tahuna, yang bergabung untuk memperdalam pemahaman seputar Anti Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT).

 

Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT Supriadi mengatakan berdasarkan kajian PPATK, profil pelajar mempunyai risiko tinggi untuk melakukan tindak pidana pencucian uang. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada para pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan ancaman tindak pidana pencucian uang.

 

“Generasi muda adalah masa depan bangsa, dan melalui program PPATK Mengajar ini, kami berharap adik-adik SMA dapat menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang. Keterlibatan mereka sangat penting untuk membangun fondasi yang kuat dalam menjaga integritas keuangan negara,” ungkap Supriadi di hadapan ratusan pelajar.

Sementara itu, kegiatan Diskusi Kontemporer dihadiri oleh mahasiswa Politeknik Negeri Nusa Utara, serta mahasiswa dari Akademi Keuangan dan Perbankan. Mereka turut berpartisipasi dalam diskusi yang membahas isu-isu terkini terkait praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Potensi kerentanannya terhadap paparan TPPU sangat tinggi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan melalui giat ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa kesadaran tentang bahaya pencucian uang ke masyarakat luas,” ujar Supriadi.

 

Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini turut dihadiri oleh Pj Bupati Sangihe Albert Huppy Wounde beserta jajarannya, dan pemateri disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Adhitya Abriansyah.

 

Adapun para mitra PPATK yang turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Direktur Kepatuhan Bank SulutGoMachmud Turuis; Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan beserta jajaran; perwakilan dari PT Pegadaian Persero diantaranya Kepala Departemen Bussiness Support Kanwil V Manado Marselino Manginsihi; Kepala Departemen Non-Gadai Area Manado I, Lidya Grace Kawengian; Pemimpin PT Pegadaian Cabang Tahuna Michael Tompodung, serta tim Departemen AML-CFT Divisi Kepatuhan Kantor Pegadaian Pusat, Jakarta.

 

Selama kegiatan berlangsung, baik pelajar maupun mahasiswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka dengan penuh perhatian mendengarkan setiap paparan yang disampaikan, aktif berdiskusi, serta mengikuti kuis yang diadakan panitia. Keterlibatan mereka yang sangat antusias mencerminkan minat yang besar untuk memahami isu pencucian uang.

Kegiatan “PPATK Mengajar” dan “Diskusi Kontemporer”merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “PPATK Goes to Sangihe 2025.” Acara ini akan berlanjut hingga Sabtu mendatang, ditutup dengan kampanye anti Green Financial Crime melalui kegiatan penanaman seratus pohon tabebuya di Taman Kota, Kepulauan Sangihe.

(*Udy)