Menghadiri Ibadah Syukur Kampung Basauh, Thungari Menegaskan Penggunaan Dana Desa Harus Transparan dan jelas 

Sangihe554 Dilihat

 

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Menghadiri Ibadah Syukur Kampung Basauh Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara pada (14/3/2025), Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan penggunaan dana desa harus transparan dan jelas peruntukannya.

Mengawali sambutannya, Thungari mengatakan bahwa ibadah syukur bukan sekadar seremonial, melainkan tradisi turun-temurun yang mengajarkan pentingnya bersyukur atas kesehatan, kekuatan, jabatan, dan pekerjaan yang dimiliki saat ini adalah titipan dari Tuhan.

 

“Oleh karena itu, momentum ini juga kami gunakan untuk mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Tabukan Selatan Tenggara, khususnya Kampung Basauh, kepada saya dan Wakil Bupati Tendris Bulahari dalam memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe selama lima tahun ke depan,” ucap Thungari.

 

Thungari mengakui bahwa tugas memimpin kabupaten ini tidaklah mudah. Dalam dua minggu pertama menjabat, ia menyadari betapa banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia pun mengajak seluruh pejabat daerah, serta pemerintah yang ada di Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, untuk bekerja dengan baik dan melayani masyarakat secara optimal.

 

Pada kesempatan itu, bupati juga menekankan tentang pemanfaatan dana desa sesuai peruntukkannya.

 

“Dengan dana desa yang ada, mari kita sejahterakan masyarakat melalui program dan kegiatan yang terukur, jelas output dan outcome-nya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh setiap keluarga di kampung,” tegasnya.

 

Thungari menegaskan bahwa penggunaan dana desa harus transparan dan jelas peruntukannya. Ia mengingatkan agar dana tersebut tidak hanya dinikmati oleh pemerintah desa, tetapi juga oleh seluruh masyarakat.

 

“Setiap pengalokasian dana desa untuk internet, misalnya, harus bisa dinikmati oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh pemerintah desa,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Thungari mengakui masih adanya beberapa wilayah blank spot atau daerah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi di Kabupaten Sangihe, termasuk Kampung Basauh. Menurutnya, membangun menara telekomunikasi membutuhkan biaya miliaran rupiah, sehingga perlu pertimbangan bisnis yang matang.

 

“Jumlah masyarakat di sini relatif sedikit, sehingga sulit untuk membangun menara. Namun, dengan teknologi satelit yang ada saat ini, hanya dengan biaya 5 juta rupiah dan 750 ribu rupiah per bulan, internet satelit sudah bisa dinikmati oleh 150 handphone sekaligus,” jelasnya.

 

Thungari menegaskan bahwa hal tersebut telah dibahas dalam rapat sebelumnya, dan ia berharap setiap pengalokasian dana desa untuk teknologi komunikasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

 

“Dana yang kita keluarkan bukan hanya anggaran belaka, tetapi alat untuk memberdayakan desa. Jika dikelola dengan tepat sasaran dan terukur, maka akan membawa dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, pengawasan dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan agar dana desa benar-benar memberikan manfaat.”ungkap Bupati Kepulauan Sangihe.

 

 

(*Udy)