Polsek Manganitu Amankan Pelaku Penikaman di Kampung Belengang

Sangihe606 Dilihat

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Menerima laporan dari warga masyarakat Kampung Belengang terkait kasus penikaman, Polsek Manganitu segera mengambil langkah-langkah penanganan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

 

Peristiwa penganiayaan ini dilaporkan oleh masyarakat Kampung Belengang, Kecamatan Manganitu, ke SPKT Polsek Manganitu pada Kamis, (13/3/2025),, sekitar pukul 19.20 WITA. Kejadian ini berlangsung di rumah keluarga Sipire-Takasabare, di mana korban, James Yeremia Sipire, terlibat perdebatan sengit dengan ayah kandungnya, Matheos Sipire. Perdebatan ini dipicu oleh kondisi korban yang pulang dalam keadaan mabuk dan terus beradu argumen dengan pelaku hingga ke dapur. Dalam situasi penuh emosi ini, korban mengambil sebilah parang, sementara pelaku memegang palu, yang semakin meningkatkan ketegangan di antara keduanya.

 

Saat perdebatan berlangsung, istri korban, Sesilia Hulta Sulut Matulende, berusaha membujuk korban agar tenang. Namun, korban justru memukul anak sulungnya di depan pelaku, yang membuat situasi semakin memanas. Takut akan keselamatan anak-anaknya, Sesilia segera membawa mereka keluar dari rumah dan pergi ke Gereja GMIST Horeb Belengang untuk mencari pertolongan. Beberapa saat setelahnya, korban ditemukan terbaring di pinggir jalan dalam kondisi luka parah, dengan usus yang terburai. Salah seorang warga, Novlin Gandawari, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lindongan I.

 

Nonce Hontong, seorang warga yang tiba di lokasi, mendapati pelaku juga mengalami luka di bagian kepala. Setelah berbicara dengan pelaku dan mengetahui kejadian yang terjadi, Nonce segera menolong korban dengan memasukkan kembali ususnya yang terburai. Warga lainnya kemudian membantu mengangkat korban ke dalam mobil untuk dilarikan ke Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna. Beberapa saat kemudian, pelaku yang juga mengalami luka akhirnya dibawa ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis.

 

Polsek Manganitu segera mengambil langkah-langkah penanganan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Polisi juga mengamankan barang bukti serta melakukan wawancara dengan saksi-saksi yang berada di lokasi. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, kejadian ini dipicu oleh kemarahan pelaku setelah melihat korban, yang sedang dalam keadaan mabuk, memukul anaknya. Luka-luka yang dialami korban diduga akibat tebasan atau tusukan parang yang digunakan pelaku, sementara luka pada pelaku diduga akibat serangan balik dari korban menggunakan senjata yang sama. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai peristiwa ini.

 

(*Udy)