Polres Kepulauan Sangihe Menerima Laporan Penemuan Mayat Tergantung di Dapur

Sangihe468 Dilihat

 

 

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Polrese Kepulauan Sangihe menerima laporan telah ditemukan seorang pria bernama JRT dalam keadaan tergantung di dapur rumah keluarganya di RT 06, Lingkungan III, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (24/3/2025). Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, MT, setelah mendengar teriakan dari seorang anggota keluarga. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dengan lilitan tali nilon biru di lehernya yang terikat pada kayu atap rumah. Beberapa tanda fisik seperti lidah menjulur keluar dan bekas jeratan di leher turut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa sebelum kejadian, sekitar pukul 04.00 WITA, korban sempat terlibat adu mulut dengan istrinya, JM. Perselisihan tersebut dipicu oleh kecemburuan korban terhadap kehadiran seorang pria dan wanita yang sempat bertamu di rumah mereka. Setelah pertengkaran itu, pasangan suami istri tersebut rujuk kembali dan pergi tidur. Namun, korban kemudian bangun dan mengatakan akan keluar sebentar, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tergantung di dapur. Adik korban, KT, juga membenarkan adanya cekcok sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

 

Pihak keluarga telah menyatakan keikhlasan mereka atas kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka telah menyusun surat pernyataan resmi sebagai bentuk penolakan atas pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Saat ini, keluarga tengah mempersiapkan upacara pemakaman yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025. Dalam laporan ini, tidak ditemukan indikasi adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian korban, sehingga pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai tindakan bunuh diri.

 

Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk menerima laporan, melakukan koordinasi dengan pihak medis, serta mewawancarai saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Selain itu, mereka telah memberikan informasi kepada keluarga mengenai opsi autopsi, yang kemudian ditolak oleh keluarga korban. Dengan adanya pernyataan resmi dari keluarga yang menerima kematian korban sebagai akibat gantung diri, pihak kepolisian mencatat peristiwa ini sebagai kematian wajar tanpa dugaan tindak kriminal.

 

(*Udy)