Sangihe – Ekuatornews.com.- Anggota Polsek Tabukan Selatan Tengah melakukan pencarian terkait Peristiwa hilangnya lelaki DM di perairan Kampung Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, diduga merupakan kecelakaan yang terjadi akibat kondisi korban yang sedang mabuk berat. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat turun dari perahu untuk mendorongnya saat air laut sedang surut. Setelah perahu terapung, korban berusaha menyalakan mesin tetapi gagal dan akhirnya memilih untuk berpegang pada badan perahu. Sayangnya, arus laut yang cukup kuat membuat korban kesulitan naik kembali ke atas perahu, hingga akhirnya hanyut dan tenggelam.

Saksi pertama, Marlina Silangeng, yang juga anak tiri korban, telah berusaha menolong dengan menariknya ke atas perahu, namun gagal karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil. Saksi lainnya, Justri Dalope, yang sedang memancing di sekitar lokasi, sempat melihat kejadian tersebut dan berusaha memberikan bantuan. Namun, sebelum tindakan penyelamatan bisa dilakukan, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air. Beberapa warga sekitar yang mengetahui kejadian ini juga ikut melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil.

Berdasarkan fakta yang terungkap, tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa ini. Namun, mengingat korban hanya berdua dengan saksi perempuan di atas perahu sebelum kejadian, dikhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menggiring opini bahwa kejadian ini melibatkan unsur kesengajaan atau tindak pidana. Oleh karena itu, penting bagi pihak kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada keluarga korban agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Saat ini, pencarian korban masih terus dilakukan oleh pihak Basarnas Kabupaten Kepulauan Sangihe, dibantu oleh anggota Polsek Tabukan Selatan serta masyarakat Kampung Beeng dan Kampung Salurang. Upaya pencarian ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arus laut yang sering kali menjadi tantangan dalam menemukan korban. Koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat sangat diperlukan agar proses pencarian dapat berjalan dengan maksimal.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak kepolisian melalui fungsi Binmas akan terus memberikan imbauan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar. Diharapkan, seluruh pihak dapat bersikap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar. Selain itu, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para nelayan agar lebih berhati-hati, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan menghindari konsumsi minuman keras saat melaut demi keselamatan mereka sendiri.
(*Udy)






