Sangihe – Ekuatornews.com.- Warga Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe, dikejutkan dengan penemuan jasad manusia yang sudah dalam keadaan tidak utuh di Sungai Soa pada Jumat (28/3/2025). Jasad tersebut diduga merupakan lelaki SKS, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025. Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwenang, yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi dan koordinasi dengan keluarga korban serta instansi terkait.

Penemuan ini bermula ketika seorang saksi, LWD, melihat benda mencurigakan tersangkut di dahan pohon tumbang di sungai saat hendak mencuci pakaian. Setelah memastikan bahwa itu adalah jasad manusia, saksi segera memberi tahu AK, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kendahe. Tim kepolisian segera bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan serangkaian prosedur, termasuk pemeriksaan oleh tenaga kesehatan melalui video call dengan kepala puskesmas.
Setelah dikonfirmasi sebagai jasad manusia, kepolisian menghubungi pihak keluarga korban untuk memastikan identifikasi. Pihak keluarga, diwakili oleh FDTS, akhirnya menerima jasad tersebut meskipun dalam kondisi tidak utuh. Kepolisian kemudian menyerahkan jasad kepada keluarga untuk dimakamkan, dengan alternatif bahwa jika keluarga ragu, pemakaman bisa dilakukan oleh pemerintah atau jemaat gereja setempat.
Tim identifikasi dari Polres Kepulauan Sangihe melakukan evakuasi terhadap jasad pada pukul 13.45 WITA ke rumah keluarga di Kampung Kendahe I. Selanjutnya, ibadah pemakaman dilakukan secara singkat oleh Pendeta Relita Maatuil, S.Th., pada pukul 15.40 WITA dan selesai pada pukul 16.05 WITA. Seluruh proses pemakaman berlangsung lancar dengan dihadiri keluarga serta masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan moral.
Pihak kepolisian telah melakukan berbagai tindakan, termasuk olah TKP, pemasangan garis polisi, serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan kepala hilang, sebagian kaki dan tangan terlihat, serta tulang belakang dan rusuk yang masih menyisakan sedikit daging. Dengan selesainya pemakaman, keluarga telah menerima kenyataan pahit ini, sementara pihak berwenang terus berupaya memastikan tidak ada unsur tindak kriminal dalam kejadian tersebut.
(*Udy)
















