
Sangihe – Ekuatornews.com.- Personil Polsek Tabukan Tengah turun langsung ke TKP usai mendapat laporan Kasus tindak pidana penganiayaan dengan Sajam di halaman rumah keluarga DIAWANG-LARUNE di kampung Malueng, Kecamatan Tabukan Tengah pada Jumat (11/4/2025), melibatkan seorang tersangka bernama HM. Tersangka melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur terhadap korban bernama JM. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian terjadi saat berlangsungnya acara hiburan keyboard yang dihadiri oleh masyarakat setempat.

Saksi pertama, SSi, menjelaskan bahwa ia mendengar teriakan dari RM yang mengatakan bahwa JM mengalami luka dan berdarah. Saksi kemudian melihat korban memegangi bagian perutnya yang terluka. Ia segera meminta bantuan masyarakat untuk membawa korban ke Puskesmas Kuma guna mendapatkan perawatan medis. Saksi kedua, MS, memberikan keterangan bahwa ia melihat tersangka membuat keributan dan membawa pisau dapur yang kemudian digunakan untuk menyerang. Ia juga sempat terluka saat mencoba melerai dan menjatuhkan senjata dari tangan tersangka.
Dari hasil pemeriksaan medis oleh dr. Nadia Papodi di Puskesmas Kuma, korban mengalami luka tusuk di bagian perut kiri atas dengan ukuran luka sekitar 3 cm. Luka tersebut cukup serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Diduga kuat tersangka melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras sebelum kejadian. Hal ini memperkuat analisa bahwa tindakan tersangka dilakukan tanpa kontrol diri yang baik.
Prediksi ke depan menunjukkan potensi terjadinya konflik lanjutan berupa aksi balas dendam dari pihak keluarga korban terhadap keluarga tersangka. Selain itu, besar kemungkinan akan beredar informasi tidak benar (hoaks) yang dapat memperkeruh suasana dan memicu keributan antar kedua belah pihak. Oleh karena itu, penanganan situasi secara preventif dan persuasif sangat diperlukan untuk meredam konflik yang lebih besar.
Langkah-langkah yang telah diambil oleh pihak berwajib termasuk mengamankan tempat kejadian perkara, membawa tersangka ke kantor Polsek, serta memberikan perawatan kepada korban. Selain itu, aparat juga memberikan imbauan kepada keluarga korban agar tidak terpancing emosi. Rekomendasi ke depan adalah dengan melakukan patroli rutin di sekitar TKP serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau situasi dan mencegah terjadinya konflik sosial akibat kejadian tersebut.
(*Udy)


