
Manado, EkuatorNews.com – Sekkot dr. Steaven Dandel mewakili Wali Kota Andrei Angouw telah memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang diikuti jajaran Pemkot Manado, di lapangan Tikala, Selasa (20/5/2025).
Pada kesempatan, Sekkot Dandel menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Dikatakannya, bahwa di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan melalui pendirian Budi Utomo bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa, nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri.
“Namun kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu batas kebangkitan, adalah ikhtiar yang terus-menerus yang menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks, terhadap instruksi teknologi ketegangan geopolitik krisis pangan global dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita,” kata Dandel membacakan sambutan Menteri.
Saat ini, lanjutnya, semuanya hidup di zaman ketika batas-batas geografi semakin kabur dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak, melainkan oleh kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan.
Setelah arus besar itu Indonesia tidak berdiri terombang-ambing tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton, pilihan ini bukan tanpa alasan.
“Sejak awal para pendiri bangsa telah meletakkan Prinsip yang menjadi jangkar kita dalam menghadapi dunia prinsip tersebut adalah politik luar negeri yang bebas dan aktif dalam arus globalisasi yang semakin kuat.
Kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan senantiasa menuntun langkah kita di tengah polarisasi dunia,” ujarnya dalam sambutan Menteri.
Selanjutnya Ia mengatakan, Indonesia telah mengambil posisi sebagai prinsip bebas dalam menentukan kepentingan nasional dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pilihan.
“Prinsip inilah yang menjadikan Indonesia, dihormati di berbagai forum internasional kemudian, kita di pentas Global bukan sekedar untuk menyuarakan kepentingan nasional tetapi juga untuk membawa Gagasan dan solusi yang memberi manfaat,” kata Menteri dibacakan Dandel.
Diuraikannya bahwa dalam 150 hari pertama pemerintahan presiden Prabowo Gibran dan kabinet merah putih, pemerintah telah memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat.
“Di bidang Kesejahteraan Sosial melalui program makan bergizi gratis lebih dari 3,4 juta anak Indonesia telah menikmati akses pada makanan bernutrisi dengan target sebesar 82,9 juta penerima manfaat hingga November 2025. Di bidang kesehatan hingga 19 Mei 2025 tercatat sebanyak 4,15 juta orang sudah menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Di bidang ekonomi pembentukan danantara investment menjadi wujud komitmen untuk mengelola kekayaan nasional secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di bidang pengembangan manusia mempercepat adanya pusat-pusat latihan vokasi dan penguatan talenta digital untuk menjawab tantangan besar di era transportasi digital sebagai bagian dari upaya tersebut akan segera diresmikan AI center of explore di Papua hasil kolaborasi antara pemerintah dan industri sebagai sarana untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi transformasi digital,” urainya dalam sambutan Menteri.
Disaat yang sama, lanjutnya, pemerintah juga memperkuat fondasi perlindungan anak di ruang digital menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh di ekosistem digital yang lebih aman sehat dan beretika.
“Seluruh upaya ini berpeluang pada satu tujuan besar membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju Tetapi benar-benar berpihak pada rakyat.
Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dan dalam semangat itu pemerintah telah menetapkan akta kita sebagai Kompas utama kebangkitan nasional 8 misi besar untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat,” kata Menteri dalam sambutan.
Lanjutnya, dibalik setiap kebijakan fiskal setiap program sosial dan setiap langkah strategis selalu ada satu tujuan yang diingat oleh pemerintah Indonesia agar setiap rakyat Indonesia di kota besar maupun di pelosok desa merasa dilibatkan dan diberdayakan.
“Dalam kemajuan bangsanya sendiri Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat namun kokoh menopang kehidupan karena sesungguhnya kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.
Untuk itu, Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional ke 117, Mari melangkah bersama dengan langkah yang tenang namun penuh keyakinan menuju Indonesia yang lebih kuat lebih adil dan lebih beradab wassa,” ucap Menteri dibacakan Dandel.
Hadir pula Para pejabat Eselon II, Eselon III, Para Camat serta lurah dan seluruh tamu undangan lainnya. (***/Enc)




















