Serap Aspirasi Masyarakat, Philip Heinrich Kunjungi 3 Kampung di Kaimana

Papua Barat531 Dilihat
“Philip Heinrich saat melakukan reses di Kampung Foroma Jaya Kabupaten Kaimana”

KAIMANA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat dari Fraksi Golkar, Philip Heinrich melakukan reses masa persidangan kedua tahun 2025 di Kaimana Papua Barat.

Kehadiran Philip Heinrich disambut hangat oleh masyarakat di Kampung Coa, Kampung Marsi dan Kampung Foroma Jaya.

Saat ditemui EkuatorNews.com, Philip Heinrich mengatakan, ini merupakan reses kedua di tahun 2025.

“Untuk Reses kali ini saya ke Kampung Coa, Kampung Marsi dan Kampung Foroma Jaya,” ujar Philip Heinrich, Senin (2/6/2025).

Lebih lanjut, Philip Heinrich menjelaskan tujuan dari reses adalah mendengar aspirasi langsung dari masyarakat.

“Segala bentuk aspirasi dari masyarakat yang kami dengar secara langsung telah dicatat dan akan kami lakukan pemetaan mana yang menjadi paling prioritas untuk didorong terlebih dahulu ke Provinsi,” ungkapnya.

“Philip Heinrich saat meninjau lokasi talud pantai yang telah rusak di Kampung Foroma Jaya”

Untuk Kampung Coa, Philip Heinrich melanjutkan reses dilakukan di Jembatan Biru dan ada dua aspirasi prioritas yang disampaikan oleh masyarakat.

“Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di Kampung Coa khususnya Jembatan Biru yakni rehab ringan di Mesjid dan perbaikan jalan lingkungan ditempat tersebut,” ucapnya.

Sedangkan di Kampung Marsi, Ia menuturkan ada beberapa aspirasi yang telah dicatat dan akan disampaikan ke provinsi.

“Masyarakat Kampung Marsi menyampaikan aspirasi yakni pembangunan pagar balai kampung, balai perkabungan dan sanggar PKK serta pembangunan terminal baru diujung Kampung Marsi karena terminal saat ini yang menghubungkan lima Kampung terletak di Kolam Sisir yang notabenenya merupakan obyek wisata dan tentunya akan sangat menggangu jika ada terminal di situ. Masyarakat juga meminta untuk pembangunan jembatan ditengah Kampung Marsi,” tuturnya.

Ia menambahkan, di Kampung Foroma Jaya ada beberapa aspirasi yang telah dicatat dan ini merupakan hal prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Beberapa saat lalu sempat terjadi curah hujan yang tinggi di Kampung Foroma Jaya mengakibatkan jalan dan pagar di dalam Kampung mengalami longsor oleh karena masyarakat meminta untuk bisa dibangun kembali, masyarakat juga meminta agar pemerintah provinsi memprioritaskan pembangunan breakwater dan talud pantai sebab kondisi saat ini sudah terjadi abrasi yang mengakibatkan salah satu fondasi rumah guru menjadi rusak,” jelasnya.

Philip juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam kegiatan reses yang dilakukan.

“Kepada semua masyarakat yang telah menyempatkan waktu untuk hadir dan menyampaikan aspirasi pada reses yang saya lakukan, saya ucapan terimakasih banyak,” tandasnya.

(REI RUMLUS)