Polres Kepulauan Sangihe Gelar Program “Minggu Kasih” di GMIST Sion Kolongan Beha

Sangihe567 Dilihat

Sangihe – Ekuatornews.com. – Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Polres Kepulauan Sangihe kembali melaksanakan Program “Minggu Kasih” pada Minggu, 15 Juni 2025, yang dimulai pukul 09.00 WITA di Gedung Gereja GMIST Jemaat Sion Kolongan Beha, Kelurahan Kolongan Beha, Kecamatan Tahuna Barat.

 

Ibadah yangi dipimpin oleh Pdt. Nofri Manumpil, S.Th dengan pembacaan Alkitab diambil dari Mazmur 8:1-10 yang mengangkat tema “Manusia Hina Sebagai Makhluk Mulia.” Program ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta bintara Polres Kepulauan Sangihe yang beragama Kristen.

 

Wakapolres Kepulauan Sangihe, KOMPOL Arivalianto Bermuli, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang aman dan kondusif. Ia mengajak seluruh jemaat untuk turut aktif menjalin silaturahmi dan memperkuat toleransi antarumat beragama.

 

“Kita semua bertanggung jawab menciptakan suasana yang damai dan penuh kasih di tengah masyarakat. Dengan menjaga tali persaudaraan, kita turut menjaga keamanan bersama,” ungkapnya di hadapan jemaat.

 

 

 

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan Minggu Kasih juga dirangkaikan dengan bakti sosial, berupa penyaluran bantuan secara simbolis kepada sejumlah jemaat yang dinilai layak menerima bantuan sosial dari Polres Kepulauan Sangihe.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain:

 

Waka Polres Kepulauan Sangihe, KOMPOL Arivalianto Bermuli, S.H., M.H.

 

Kasat Binmas, AKP Nuryani Kampungbae, S.H.

 

Kasat Tahti, IPDA A. Pusungulaa, S.H.

 

KBO Lantas, IPDA Jefry Lahamendu

 

KBO Sat Binmas, IPDA E. Wanihi, S.H.

 

Kanit Binkamsa, AIPTU J. Kadjiman

 

Ketua MPJ Jemaat GMIST Sion Kolongan Beha, Pdt. Dormi Awumbas Dolongtelide, S.Th.

 

Majelis Jemaat dan seluruh anggota Jemaat GMIST Sion Kolongan Beha.

 

 

Dengan semangat kebersamaan dan kasih, Polres Kepulauan Sangihe berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan dalam memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat demi menciptakan kehidupan yang rukun, aman, dan damai di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

 

(*udy)