
Manado, EkuatorNews.com – Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2025 benar-benar pecah!
Salah satu event paling ditunggu, Bung Karno Run sukses digelar dengan penuh semangat, Sabtu 21 Juni 2025, di Pasar Wisata Bunaken, Tongkaina, Manado.
Dua kategori utama, Half Marathon 21K dan 10K, menyedot perhatian ratusan pelari dari berbagai kota di Indonesia.
Ajang ini makin istimewa karena dilepas langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, duet solid Andrei Angouw–Richard Sualang (AARS).
Suasana begitu meriah, apalagi semua peserta akhirnya finish di Pasar Wisata Tematik yang lagi hits di Tongkaina!
Dan ini dia yang paling ditunggu: Daftar Juara Bung Karno Run 2025:
- Kategori Umum Putra 21K
1. Samsudin Masa (Makassar) – 1:14:54
2. Herlanto (Korem 131 Santiago) – 1:17:27
3. Sardianto (Palu) – 1:20:31
- Kategori Umum Putri 21K
1. Asnida Aras (Makassar) – 1:42:00
2. Ana Maudup (Manado) – 1:48:08
3. Ribka Ransun (Tomohon) – 1:55:12
- Kategori Master 35+ Putra 21K
1. Jendri Entiman (Bitung) – 1:32:17
2. Jonatan Onibala (Manado) – 1:40:32
3. Vicky Mokalu (Manado) – 1:45:44
- Kategori Master 35+ Putri 21K
1. Filma Veronika (Kotamobagu) – 2:05:50
2. Deysi (Bitung) – 2:08:10
3. Linda Olii (Manado) – 2:20:40
- Kategori Umum Putra 10K
1. Mahdang (Gorontalo) – 36:15
2. Andi (Bitung) – 36:37
3. Lasufardian (Buton) – 37:10
- Kategori Umum Putri 10K
1. Meril Nangoi (Manado) – 46:39
2. Avril (Minut) – 47:40
3. Raisya (Manado) – 49:31
- Kategori Master 35+ Putra 10K
1. Jendri Baliude (Minut) – 42:16
2. Rahman Maudup (Minut) – 44:53
3. Steven Pangemanan (Minut) – 58:30
- Kategori Master 35+ Putri 10K
1. Meylan Makalalag (Bolmut) – 55:35
2. Anabela (Manado) – 57:23
3. Elisa (Manado) – 57:42
Tak hanya lomba lari, semangat nasionalisme juga ikut terpacu lewat berbagai kegiatan lainnya.
FBKM 2025 ditutup secara resmi oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw yang menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang tahunan biasa.
“Semangatnya adalah agar masyarakat mengenal dan memahami pemikiran-pemikiran Bung Karno,” ujar Andrei.
Ia menekankan bahwa bulan Juni memang penuh makna—karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, hari lahir, dan wafatnya Bung Karno.
“FBKM ini jadi momentum menyalakan semangat kebangsaan dan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Menariknya, venue-nya juga nggak main-main. Pasar Wisata Bunaken, Tongkaina, dipilih bukan cuma karena eksotis, tapi juga untuk mendorong masyarakat agar menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan positif.
Salut buat semua panitia, peserta, dan warga Manado yang bikin FBKM 2025 jadi ajang penuh makna!
Sampai jumpa di FBKM tahun depan, ya!
(***/ENC)









