
Manado, EkuatorNews.com — Langkah strategis dalam memperkuat benteng pertahanan terhadap paham radikal dan aksi terorisme resmi dimulai di Kota Manado.
Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri pengukuhan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kota Manado yang digelar di Hotel Gran Puri, Rabu (25/6/2025).
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Eddy Hartono, S.I.K., M.H. dan dihadiri jajaran penting pemerintah daerah.
Yang membanggakan, Meiske Conny Lantu, SE — Kaban Kesbangpol Manado, resmi dikukuhkan sebagai Ketua FKPT Kota Manado.
Ia menegaskan, forum ini hadir sebagai wadah koordinasi lintas sektor demi mencegah dan menangani terorisme secara bersama-sama.
“Tujuannya jelas, memperkenalkan FKPT ke masyarakat, membangun sinergi, meningkatkan pemahaman soal pentingnya kerukunan, dan menegaskan komitmen daerah dalam mendukung program nasional pencegahan terorisme,” ucap Conny.
Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman soal terorisme harus dimulai dari cara berpikir masyarakat.
“Terorisme itu bukan soal agama, bukan juga soal kemiskinan. Ini soal mindset. Sama seperti kemiskinan, kalau cara pikirnya salah, maka tetap akan miskin. Maka, FKPT harus jadi alat untuk mengubah pola pikir itu,” tegas Andrei.
Ia juga menyinggung filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” — manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain — yang jadi dasar etika sosial masyarakat Sulut.
Kepala BNPT RI, Komjen Pol Eddy Hartono, menambahkan bahwa Manado masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia, dan ini harus dijaga.
“FKPT dibentuk agar deteksi dini terhadap potensi radikalisme bisa dilakukan dari daerah. Di era digital ini, ruang siber jadi medan baru bagi propaganda teroris. Maka dari itu, masyarakat perlu diedukasi dan diberdayakan,” ujar Komjen Eddy.
Ia juga memberi apresiasi khusus karena ketua FKPT Manado adalah seorang perempuan.
Menurutnya ini sebuah langkah progresif yang diharapkan jadi contoh untuk daerah lain.
Dengan terbentuknya FKPT di Manado, diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, hingga tokoh agama makin solid dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.
(Benny Manoppo)























