
Penyerahan santunan kepada ahli waris Denny Wewengkang, PMI di Salomon Island, di Kantor BP3MI Sulut.
Manado, EkuatorNews.com — Negara tidak tinggal diam. Kehadiran pemerintah lewat BP3MI Sulawesi Utara kembali membuktikan bahwa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara legal, benar-benar dilindungi.
BP3MI Sulut bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian kepada keluarga almarhum Denny Wewengkang, seorang PMI asal Sulut yang meninggal dunia saat bekerja di Salomo Island, Rabu (9/7/2025).
Total santunan yang diserahkan mencapai Rp133 juta, terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp85 juta dan beasiswa pendidikan untuk anak almarhum sebesar Rp48 juta.
Santunan ini diberikan langsung kepada istri dan anak mendiang sebagai ahli waris, Cherly Paat dan Bragi Wewengkang, di kantor BP3MI Manado.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk warganya yang berjuang di luar negeri,” tegas Mangiring Hasoloan Sinaga, Direktur Layanan Pengaduan Mediasi dan Advokasi PMI dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Ia menyampaikan duka cita mendalam atas nama Menteri Abdul Kadir Karding dan seluruh jajaran.
Menurut Mangiring, laporan awal dari istri almarhum masuk lewat WhatsApp. Setelah dicek, ternyata almarhum memang terdaftar secara legal di BP2MI dan BPJS Ketenagakerjaan. Prosesnya langsung ditindaklanjuti.
“Memang uang ini tidak bisa menghapus rasa kehilangan, tapi semoga bisa sedikit meringankan beban dan jadi penyemangat keluarga yang ditinggalkan,” ujar Mangiring sambil menitip pesan agar anak almarhum tetap dijaga pendidikannya.
Sementara itu, Kepala BP3MI Sulut, M. Syachrul Afriyadi, menyampaikan komitmennya untuk terus hadir dan memastikan perlindungan PMI dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air, atau bahkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ini.
“BP3MI hadir bukan hanya saat pelepasan, tapi juga saat duka. Kami ingin PMI dan keluarganya tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Syachrul.
Dukungan juga datang dari Jandra Pangemanan, ST, dari Dinas Nakerkop UKM Pemkab Minahasa Tenggara.
“Semoga santunan ini bisa jadi modal awal untuk bangkit, baik lewat usaha maupun kebutuhan ekonomi keluarga lainnya,” ucap Pangemanan.
Acara penyerahan santunan ini menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir dan memberi perhatian kepada para pahlawan devisa.
Salut untuk BP3MI Sulut dan seluruh pihak yang terus berjuang untuk hak-hak para PMI.
(Benny Manoppo)









