
Sangihe – Ekuatornews.com. – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai Misa Pisah Sambut Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna yang digelar di Gereja Katolik Pusat Paroki Tahuna, Minggu (13/07/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi umat Katolik di wilayah tersebut untuk mengucapkan selamat jalan kepada Pastor Paulus Salabia, Pr, serta menyambut kehadiran Pastor Jacob Adilang, Pr sebagai gembala yang baru.
Hadir dalam misa tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE, MM bersama Ketua TP PKK Ny. Cherry Thungari Soeyoenus, SE. Kehadiran keduanya sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual kepada umat Katolik, serta simbol keharmonisan antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Thungari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelayanan tulus yang telah diberikan oleh Pastor Paulus selama bertugas di Paroki Tahuna.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi Pastor Paulus Salabia, Pr. Beliau bukan hanya gembala umat, tapi juga mitra yang tulus dalam membangun nilai-nilai sosial dan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di Sangihe,” ujar Thungari.
Lebih lanjut, Bupati juga menyambut dengan penuh harapan kehadiran Pastor Jacob Adilang, Pr. Ia mengajak seluruh umat untuk terus membangun semangat pelayanan, kasih, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebelum misa dimulai, para tamu undangan dan rombongan pastoral disambut secara adat di halaman gereja sebagai simbol penghormatan dan wujud sinergi antara nilai budaya lokal dan kehidupan bergereja.
Selain jajaran pemerintah daerah, tampak pula hadir Kepala Kejaksaan Negeri Tahuna, Dr. Hendra A. Ginting, SH, MH; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sangihe, Pdt. Leo Topol Tamalawe, S.Th; jajaran Dewan Pastoral Paroki dan Stasi, pimpinan wilayah rohani, kelompok kategorial, serta ratusan umat Katolik yang turut larut dalam suasana misa yang berlangsung khidmat dan penuh syukur.
Momentum ini menjadi cerminan nyata dari keharmonisan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, toleran, dan berkeadaban di Bumi Tampungang Lawo.
(*Udy)


