
Manado, EkuatorNews.com — Pemimpin Wilayah Bulog SulutGo, Erwin Tora, kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
Lewat arahan langsungnya, Bulog SulutGo tancap gas menjalankan penugasan dari pemerintah melalui Bappenas untuk menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke konsumen sejak 9 Juli 2025.
“Kami sudah terima surat tugas dari pemerintah per tanggal 8 Juli 2025, dan langsung bergerak keesokan harinya,” tegas Erwin via WhatsApp.
Gerakan pangan murah ini diawali di Kelurahan Tongkaina, lalu berlanjut pada Senin (14/7/2025) di Lapangan Tikala, Manado, bersama Dinas Pangan Kota Manado.
Tujuannya jelas, untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi), agar masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok di tengah situasi harga yang fluktuatif.
“Harga kami di bawah HET, supaya masyarakat bisa tetap beli beras dengan harga terjangkau. Ini bagian dari komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat,” ungkap Erwin.
Tak tanggung-tanggung, dalam aksi di Tikala, sebanyak 4.000 kg atau 800 paket beras 5 kg didistribusikan langsung ke warga. Aksi ini akan terus dilanjutkan dengan menggandeng Dinas Pangan dari seluruh kabupaten dan kota di SulutGo.
Tak hanya itu, Bulog di bawah komando Erwin Tora juga melakukan verifikasi langsung kepada para pedagang pengecer.
“Kami pastikan mereka benar-benar pengecer aktif di pasar. Kami juga beri sosialisasi soal aturan SPHP, termasuk harga jual maksimal, pasang spanduk, dan surat pernyataan,” tambahnya.
Tujuannya agar pendistribusian beras SPHP tepat sasaran dan sesuai aturan, termasuk menjaga agar harga eceran maksimal tetap Rp12.500 per kg.
Dengan gebrakan nyata ini, Erwin Tora menunjukkan bahwa Bulog bukan hanya hadir sebagai institusi logistik pangan, tapi juga sebagai garda depan dalam menjaga kestabilan harga dan kebutuhan masyarakat.
(Benny Manoppo)









