
Manado, EkuatorNews.com — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Kecamatan Wanea, Senin (4/8/2025), saat Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado menggelar pertemuan tatap muka triwulan bersama tokoh agama, Forkopimda, dan pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan pertemuan ke-6 dari total 11 kecamatan yang akan dikunjungi selama tahun 2025.
Ketua BKSAUA, Pdt. Judi Tunari, M.Th, membuka kegiatan dengan penuh semangat. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antar elemen dalam menjaga toleransi dan kerukunan di Kota Manado.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi pengingat bahwa kita semua—terutama tokoh agama—punya tanggung jawab menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Pdt. Judi juga mengapresiasi kehadiran lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kota, jajaran Polresta dan Kodim 1309/Manado, hingga tokoh-tokoh lintas agama. Bahkan, panitia telah menyiapkan konsumsi hingga siang hari agar diskusi berjalan maksimal tanpa harus terburu-buru.
Mewakili Pemerintah Kota Manado, Pj. Sekda Dr. Steven Dandel turut memberikan sambutan tegas dan menyentuh. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi BKSAUA dalam memperkuat jejaring kerukunan lintas iman.
“Acara ini sangat strategis karena kita bisa langsung membahas isu-isu sosial yang menyentuh masyarakat. Termasuk fenomena anak-anak jadi badut atau pengemis di lampu merah—itu bentuk eksploitasi terselubung yang harus kita selesaikan bersama,” kata Dandel.
Pemerintah, menurutnya, telah meminta Bakesra untuk mengidentifikasi anak-anak tersebut, termasuk afiliasi keagamaan dan tokoh agama yang bisa ikut membina.
Dandel juga menyinggung insiden sosial yang sempat viral di kawasan Megamas baru-baru ini, sebagai sinyal potensi kerawanan sosial di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Manado yang kini mencapai 5,63%.
“Kalau tidak kita jaga kondusivitas, maka pertumbuhan ekonomi pun akan terancam. Maka dari itu, kami sangat berharap para tokoh agama ikut aktif dalam pembinaan sosial,” ujarnya.
Dalam penutupnya, Dandel menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang yang menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam pencegahan kriminalitas.
“Setiap pelaku kriminal harus kita telusuri. Mereka terhubung ke mana? Rumah ibadah mana yang bisa ikut membina? Jadi pembinaan itu tidak hanya dari sisi hukum, tapi juga spiritual,” tegas Dandel.
Dengan tema “Torang Jaga Manado Aman dan Damai,” kegiatan ini kembali menegaskan bahwa menjaga kota tetap rukun bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuka agama.
(***/ENC)














