
Manado, EkuatorNews.com – Suasana haru bercampur sukacita menyelimuti perayaan 100 tahun Jemaat GMIM Paulus Titiwungen Wenang Mahakeret (TWM), Rabu (13/8). Jalan Toar, Kecamatan Wenang, menjadi lautan manusia saat ribuan jemaat dari 46 kolom berkumpul untuk mengucap syukur.
Perayaan kali ini terasa istimewa. Gedung gereja yang sementara dibangun tidak menjadi penghalang — justru menjadi pusat doa.
Seluruh jemaat menyalakan lilin, berdiri melingkari bangunan yang belum rampung itu, dan bersama-sama memohon berkat agar pembangunan berjalan lancar.
Ibadah syukur dipimpin oleh Plt Ketua BPMS GMIM, Pdt Janny Rende M.Th, yang mengingatkan bahwa 100 tahun bukan hanya soal angka.
“Seabad ini adalah anugerah Tuhan, dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk tetap setia melayani di ladang-Nya,” tegas Pdt Rende.
Puncak perayaan ditandai dengan penyalaan lilin 100 tahun dan pesta kembang api yang memeriahkan malam, sekaligus menandai babak baru perjalanan pelayanan GMIM Paulus TWM.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, turut hadir memberikan dukungan.
Tampak pula jajaran pejabat dan tokoh gereja, termasuk Ketua BPMJ Pdt Ventje Mongdong STh, Ketua Panitia Pembangunan Pnt Rio Dondokambey, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan, serta para pelayan khusus kolom 1–46.
Hadir pula Kepala Satpol PP Sulut Farly Kotambunan mewakili Gubernur Sulut, Ketua BKSAUA Manado Pdt Judy Tunari MTh, Camat Wenang Bonyx Saweho, dan para lurah serta ketua lingkungan setempat.
Bagi Jemaat Paulus TWM, perayaan satu abad ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh.
Dari masa kolonial hingga era modern, mereka tetap menjadi terang dan garam bagi masyarakat.
Kini, dengan semangat baru, jemaat siap melayani lebih besar lagi di abad yang baru.
(***/ENC)












