Dorong Pengentasan Kemiskinan, Bupati Thungari Serahkan Bantuan RTLH di Kampung Tariang

Sangihe443 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Sangihe. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Jumat (29/8/2025), Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyerahkan bantuan RTLH Tahun Anggaran 2025 kepada empat keluarga penerima manfaat di Kampung Tariang, Kecamatan Kendahe.

 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Daerah Kepulauan Sangihe, Danny Mandak, dalam laporannya menyebutkan bahwa program RTLH menjadi bagian dari 100 hari kerja Bupati Thungari. Setiap unit rumah dialokasikan dana Rp20 juta dan pelaksanaannya turut didukung partisipasi masyarakat. “Di Kecamatan Kendahe, capaian pembangunan sudah mencapai 100 persen pada bulan Agustus ini,” ungkapnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Thungari menekankan pentingnya ketersediaan hunian yang layak dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menilai rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kesejahteraan keluarga serta membangun lingkungan yang manusiawi.

 

“Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat hidup dalam rumah yang aman dan nyaman. Meski ada banyak tantangan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat membuat program ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Thungari.

 

Bupati juga mengingatkan agar bantuan RTLH benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. “Bantuan ini berasal dari pajak masyarakat. Jangan sampai terulang pola lama, seperti menjual bantuan. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman, terlindung dari hujan dan angin, sehingga lahir generasi hebat di masa depan,” tegasnya.

 

Adapun empat penerima bantuan RTLH di Kampung Tariang masing-masing yakni Pelter Pailaha, Jurikson Boham, Adelius Suba, dan Yunikson Kantohe. Usai menyerahkan bantuan, Bupati Thungari turut meninjau langsung kondisi rumah warga penerima manfaat.

 

“Semoga program seperti ini terus berlanjut dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

 

 

(*udy)