Bupati Sangihe Kukuhkan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Pangan dan Obat

Sangihe461 Dilihat

 

 

Ekuatornews com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah menggelar Sosialisasi Pemenuhan Komitmen Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga (IRT) untuk menunjang penilaian tools Kabupaten Pangan Aman, sekaligus pelantikan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini berlangsung di Tahuna Beach Hotel, Kamis (25/9).

Hadir dan membuka secara resmi kegiatan tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, yang juga melantik langsung Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan. Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari ditunjuk sebagai Ketua Tim, didampingi Asisten II Sekda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga kapitalaung se-Kabupaten Sangihe sebagai anggota.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menyangkut hak asasi setiap orang. Oleh karena itu, mutu, isi, dan keamanan pangan harus senantiasa dijamin demi melindungi masyarakat.

 

“Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 telah menekankan peningkatan kualitas dan efektivitas pengawasan pangan. Hal ini kemudian ditindaklanjuti pemerintah daerah dengan mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 407/16/1380 serta SK Bupati Nomor 107/440 Tahun 2025 mengenai pembentukan tim koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan,” ujar Thungari.

 

Bupati juga menyoroti masih adanya sejumlah persoalan krusial terkait keamanan pangan di tingkat nasional hingga daerah. Antara lain peredaran produk tanpa izin edar, penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil, hingga persoalan gizi buruk serta stunting yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan tidak sehat.

 

“Perubahan iklim, inflasi, dinamika pasar global, hingga tuntutan standar keamanan produk pangan olahan juga menjadi tantangan serius ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

 

Menurut Thungari, pembentukan tim koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan pangan di daerah. Selain menjamin kesehatan masyarakat, program Kabupaten Pangan Aman juga dinilai sebagai pintu masuk strategis bagi pertumbuhan UMKM lokal.

 

“Melalui pembinaan dan pendampingan, produk pangan olahan industri rumah tangga diharapkan dapat memenuhi standar mutu, mulai dari bahan baku, teknik pengemasan, hingga distribusi dan penjualan,” pungkasnya.

 

(*Udy)