Pemkab Sangihe Dorong Terwujudnya Puskesmas Ramah Anak di Seluruh Wilayah

Sangihe245 Dilihat

Ekuatornews.com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) menggelar Sosialisasi Puskesmas Ramah Anak, Selasa (11/11/2025), di Ruang Serbaguna Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat komitmen menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), sekaligus memastikan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan anak.

 

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Harry Wolff, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Dinas P3A dalam mengembangkan program-program ramah anak, meski di tengah keterbatasan anggaran.

 

“Kegiatan ini sangat penting karena menyangkut masa depan anak-anak kita, generasi penerus Sangihe. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap fasilitas kesehatan mampu memberikan layanan yang layak dan ramah bagi anak,” ujar Wolff.

 

 

 

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa penerapan konsep Puskesmas Ramah Anak merupakan bagian integral dari pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, salah satu indikator penting dalam penilaian KLA adalah keberadaan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memenuhi standar pelayanan dasar bagi anak.

 

“Dalam lima klaster penilaian KLA, puskesmas masuk pada klaster ketiga yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan. Artinya, puskesmas menjadi garda terdepan dalam memastikan hak-hak kesehatan anak terpenuhi,” jelasnya.

 

 

 

Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, para kepala puskesmas, dan lembaga mitra lainnya—untuk memastikan implementasi puskesmas ramah anak berjalan efektif di seluruh wilayah Sangihe.

 

“Kami berharap dukungan semua pihak, terutama tenaga kesehatan, untuk memastikan pelayanan kesehatan yang ramah anak benar-benar terlaksana di setiap puskesmas. Ini bukan sekadar memenuhi indikator, tapi wujud kepedulian kita terhadap tumbuh kembang anak-anak di daerah ini,” tambahnya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wolff turut menyoroti beberapa aspek penting dalam peningkatan kualitas layanan anak, seperti penurunan angka perkawinan usia dini, peningkatan gizi balita, pemberian ASI eksklusif, serta penyediaan ruang pelayanan ramah anak di puskesmas.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, kepala puskesmas se-Kabupaten Sangihe, LSM pemerhati anak, dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan seluruh fasilitas kesehatan di Sangihe semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan layanan yang berkeadilan, ramah, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak-anak sebagai investasi berharga bagi masa depan daerah.

 

(*Udy)