Atlet Silat Sangihe Tunjukkan Kekuatan: 9 Medali Dibawa Pulang dari Porprov Sulut 2025 Bukti Kekuatan dan Konsistensi Atlet Muda di Arena Tanding

Sangihe425 Dilihat

Ekuatornews.com. – Cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat Kabupaten Kepulauan Sangihe tampil gemilang pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara XII tahun 2025. Bertanding hingga Kamis (21/11/2025), kontingen Sangihe berhasil membawa pulang total 9 medali, terdiri dari 2 emas, 1 perak, dan 6 perunggu.

Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh 13 atlet yang turun di berbagai nomor kategori seni dan tanding putra–putri. Dua medali emas diraih oleh Angellina Sefira Patuwo (Kelas A Putri) dan Nabila Rimpulaeng (Kelas B Putri), yang tampil dominan dan sukses menumbangkan lawan-lawannya hingga podium tertinggi.

Sementara itu, medali perak diperoleh Risky Mosakh Salumpaehe pada kategori Tunggal Baku Putra, usai menunjukkan teknik seni jurus yang memukau para juri dan penonton. Sedangkan enam medali perunggu dipersembahkan oleh Nia Anriani Mondo, Imanuel Habel, Filstep Mein, Jourgie Galuh Waroka, Natavia Palenteng, dan Mario Item.

Berikut perolehan medali berdasarkan kategori:

Kategori Silat Seni

Tunggal Baku Putra — Risky Mosakh Salumpaehe (Perak)

Tunggal Baku Putri — Nia Anriani Mondo (Perunggu)

Kategori Tanding Putri

Kelas A — Angelina Sefira Patuwo (Emas)

Kelas B — Nabila Rimpulaeng (Emas)

Under 45 — Natavia Merscya Palenteng (Perunggu)

Kategori Tanding Putra

Kelas B — Darius Imanuel Habel (Perunggu)

Kelas D — Filstep Mein (Perunggu)

Kelas E — Jourgie Galuh Waroka (Perunggu)

Kelas H — Mario Item (Perunggu)

Selain para peraih medali, empat atlet Sangihe harus terhenti di babak delapan besar, yaitu Fernando Patuwo, Kley Waroka, Samuel Dumaili (tidak bertanding karena cedera), dan Efraim Kaudis.

 

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Aprikonus Loris, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas perjuangan keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung.

“Ini pencapaian luar biasa. Dengan kekuatan 13 atlet, kita mampu membawa pulang 9 medali. Prestasi ini membuktikan bahwa pencak silat Sangihe memiliki fondasi kuat dan potensi besar untuk terus berkembang,” ujar Loris.

Ia juga menegaskan bahwa IPSI Sangihe akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

“Semangat juang para atlet sangat luar biasa. Kekalahan bukan akhir, tetapi bahan evaluasi untuk menjadi lebih kuat. Terima kasih untuk kerja keras dan dedikasi semuanya.” tutupnya.

 

Dengan hasil ini, Pencak Silat menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Porprov Sulut XII 2025.

(*Udy)