Aroma Politik Membayangi Muskot KONI Manado, Prestasi vs Pengaruh Kekuasaan

Bitung, Olahraga312 Dilihat

Foto ilustrasi gedung KONI KOTA MANADO.

Manado, EkuatorNews.com — Pemilihan Ketua Umum KONI Manado periode 2025–2029 makin panas dan mulai memasuki babak yang bikin publik geleng-geleng kepala.

Bukan lagi sekadar adu program pembinaan atlet, tapi sudah terasa aroma tarik-menarik pengaruh politik yang menguat di belakang layar.

Dua nama mencuat sebagai kontestan utama, dr Richard Sualang dan Calvin Castro.

Keduanya hadir dengan latar belakang, rekam jejak, serta modal dukungan yang kontras bagai siang dan malam.

Richard Sualang: Figur Berprestasi dengan Rekam Jejak Panjang

Sualang, yang juga Wakil Wali Kota Manado, resmi mendaftar di Sekretariat KONI Manado, Gedung Youth Center Megamas, Jumat (9/12/2025) pukul 16.37 WITA.

Pendaftaran itu dibenarkan Sekum Perbasi Manado, Iswan Buka, yang menegaskan optimismenya terhadap visi Sualang untuk membawa olahraga Manado makin maju.

Dan bukan tanpa alasan. Sualang punya CV yang berat:

  • Dua kali membawa Manado juara umum Porprov beruntun.
  • Sukses memimpin Panitia Porprov Sulut 2025 yang lagi-lagi menempatkan Manado di puncak medali.
  • Punya pengalaman panjang membina berbagai cabor.
  • Didukung posisi strategis sebagai Wawali yang membuat akses manajerial dan pembiayaan lebih siap.

Dalam beberapa pernyataannya, Sualang menyebut siap menyelaraskan pembangunan olahraga Manado dengan target besar Pemprov Sulut masuk 10 besar PON 2028.

“Ini tentang membangun masa depan atlet. Prestasi tidak lahir dari instan, tapi dari manajemen yang kuat dan pembinaan berkelanjutan,” tegas Sualang dalam beberapa kesempatan.

Calvin Castro: Didukung 19 Cabor, Tapi Ditemani Bayangan Politik

Namun peta persaingan berubah drastis setelah Calvin Castro mengembalikan formulir pada Jumat (6/12/2025) sore.

Yang bikin heboh bukan hanya klaim 19 dukungan cabor, angka yang secara matematis cukup untuk mengunci kemenangan dari total 37 suara.

Tetapi juga iring-iringan tokoh yang hadir bersamanya seperti staf khusus gubernur, figur politik, dan orang-orang yang dikenal sebagai “lingkar kekuasaan” di provinsi.

Di sini spekulasi mulai bermunculan:

Apakah Muskot KONI Manado masih murni agenda olahraga atau sudah berubah menjadi gelanggang politik?

Sementara itu, kubu Sualang disebut baru mengantongi sembilan dukungan. Secara angka tertinggal, tapi secara rekam jejak jauh lebih unggul.

Calvin sendiri bukan tanpa kontribusi. Ia pernah terlibat dalam kebangkitan PS Manado di level nasional.

Tapi di sisi lain, ia juga memikul kontroversi personal yang sempat viral dan memunculkan pertanyaan publik soal kapasitasnya memimpin organisasi besar seperti KONI.

Namun, kuatnya dorongan politik membuat posisinya tampak sangat dominan di bursa Muskot.

Demokrasi KONI di Persimpangan Jalan

Pertarungan ini kini dipandang sebagai ujian integritas demokrasi olahraga.

Bagaimana mungkin figur dengan prestasi konkret, rekam jejak nyata, dan jam terbang pembinaan yang matang justru terancam tersingkir hanya karena kalah dalam permainan pengaruh?

Di satu sisi, Gubernur Sulut sedang menggenjot pembangunan sarana olahraga serta menargetkan prestasi besar di PON 2028.

Secara logika pembangunan, pimpinan KONI Manado seharusnya diisi figur yang kuat manajerial, punya legitimasi prestasi, dan siap mendukung pembinaan atlet jangka panjang.

Justru itu menjadi alasan Sualang maju. Namun realitas di lapangan menunjukkan arus dukungan bergerak ke arah yang berbeda lebih condong ke kekuatan jejaring politik ketimbang catatan prestasi.

Cabang Olahraga Jadi Penentu: Pilih Prestasi atau Tekanan Politik?

Kini semua mata tertuju pada pemilik suara 37 cabor yang menentukan masa depan KONI Manado pada 10 Desember 2025 nanti.

Pertanyaannya sederhana tapi menentukan arah empat tahun ke depan:

Apakah mereka memilih berdasarkan rekam jejak dan masa depan atlet?

Atau tunduk pada tekanan dan arah angin politik yang sedang bertiup kencang?

Publik menanti keputusan yang bukan hanya menentukan siapa ketua KONI, tetapi juga menentukan arah pembinaan atlet Manado menuju PON 2028.

(***/BnnM)