Tingkatkan Mutu Layanan, Puskesmas Manganitu Gelar Tiga Program Strategis di Akhir Tahun

Sangihe278 Dilihat

 

Ekuatornews.com. – Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat kembali ditunjukkan Puskesmas Manganitu di akhir tahun melalui penyelenggaraan tiga agenda strategis sekaligus. Bertempat di Aula BPU Kecamatan Manganitu, Jumat (12/12/2025), rangkaian kegiatan tersebut meliputi Lokakarya Mini Lintas Sektor, Pelantikan Pengurus Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) se-Kecamatan Manganitu, serta Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran lintas sektor, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah Manganitu.

Gelaran ini menjadi tindak lanjut atas amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang menginstruksikan pembentukan Tim Pembina Posyandu dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan kampung.

Dalam laporannya, Kepala Puskesmas Manganitu dr. Anastasia S.D. Sentinuwo menjelaskan bahwa lokakarya ini memastikan terbentuknya Tim Pembina Posyandu ILP yang menaungi 18 kampung di wilayah Kecamatan Manganitu.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry Thungari Soeyoenus, S.E., jajaran Dinas Kesehatan, pimpinan lintas sektor, para Kapitalaung, kepala sekolah, pendamping desa dan stunting, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Ny. Cherry Thungari menyampaikan apresiasi mendalam terhadap para kader yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan, tempat terdekat bagi masyarakat. Semua berjalan optimal berkat kerja keras para kader,” tegasnya.

 

Ia sekaligus menekankan pentingnya peran Posyandu dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta menitipkan empat pesan kunci bagi pengurus yang baru dilantik:

1. bekerja dengan komitmen,

2. meningkatkan kompetensi,

3. membangun komunikasi harmonis, dan

4. mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan layanan ibu dan anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Hengky Nantingkaseh, S.IP., menyebut kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Pertemuan lintas sektor menjadi ruang evaluasi capaian kesehatan dan memastikan kita tetap pada jalur yang sama dalam meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Camat Manganitu Julian Pesik, S.STP., menyampaikan capaian menggembirakan terkait penurunan angka stunting. Pada akhir 2024, Manganitu tercatat memiliki 24 kasus, dan pada input data Oktober 2025 angka tersebut turun drastis menjadi 11 kasus.

“Ini hasil kerja bersama semua pihak. Namun jangan lengah, risiko wasting kini justru meningkat dan harus kita waspadai bersama,” tegasnya.

 

Dalam sesi Forum Konsultasi Publik, dr. Anastasia memaparkan 14 jenis standar pelayanan yang tersedia di Puskesmas Manganitu, mulai dari ruang pendaftaran, poli umum, ruang persalinan, layanan KIA-KB, ruang rawat inap, imunisasi, laboratorium, hingga pusat informasi dan pengaduan.

Transparansi ini menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus membuka ruang bagi masyarakat memberikan saran konstruktif.

FKP juga memaparkan standar operasional Poli Umum, dengan estimasi proses pelayanan 10–15 menit, meliputi pendaftaran hingga pemberian resep. Puskesmas menjamin:

pelayanan sesuai SOP oleh tenaga kompeten (dokter dan perawat minimal D3),

keamanan serta kenyamanan sesuai enam sasaran keselamatan pasien,

layanan bebas dari pungutan liar.

Untuk pengaduan dan masukan, masyarakat dapat mengakses kanal resmi Puskesmas Manganitu melalui WhatsApp 085298243303, akun Facebook, Instagram @puskesmasmanganitu, email resmi, dan kotak saran di puskesmas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Puskesmas Manganitu menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian dari pengembangan layanan yang lebih responsif.

(*Udy)