Bupati Michael Thungari Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe dan Tulude 2026

Sangihe280 Dilihat

Ekuatornews.com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe yang akan dirangkaikan dengan pelaksanaan Upacara Adat Tulude 2026, pada 31 Januari mendatang.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sangihe, Selasa (06/01/2026).

Tulude 2026 menjadi momen istimewa karena merupakan pelaksanaan Tulude pertama di masa pemerintahan Michael Thungari dan Tendris Bulahari. Karena itu, Bupati menekankan pentingnya penyelenggaraan yang bermakna, sarat nilai adat, dan menyentuh hati masyarakat.

“Tulude bukan untuk menampilkan kemewahan. Yang saya inginkan adalah proses yang berjalan penuh hikmat, sederhana, namun memukau dan bermakna bagi siapa pun yang hadir,” ujar Bupati dalam arahannya.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan harus dipersiapkan secara maksimal agar pelaksanaannya berjalan lancar, tertib, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya Sangihe.

“Intinya, pesan moral dan pesan adat harus benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang hadir,” tambahnya.

Bupati juga meminta seluruh panitia dan perangkat daerah yang terlibat agar bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta menjalin koordinasi yang baik demi menyukseskan agenda tahunan tersebut.

“Seluruh sarana pendukung harus dipersiapkan dengan baik. Panitia dan OPD terkait harus berkoordinasi dan bertanggung jawab sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Hery Wolf, para Asisten Setda, para Kepala OPD, para Camat se-Tahuna, Lurah, tokoh adat, serta undangan lainnya.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap pelaksanaan HUT ke-601 dan Tulude 2026 dapat berjalan sukses, khidmat, dan menjadi momentum penguatan jati diri budaya serta persatuan masyarakat Sangihe.

(*Udy)