
Tahapan Fit and Proper Test dan wawancara calon Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kota Manado.
Manado, EkuatorNewscom – PDI Perjuangan Kota Manado menegaskan tidak memberi ruang bagi kader setengah matang dalam kontestasi kepemimpinan tingkat kecamatan.
Lewat tahapan Fit and Proper Test (FPT) dan wawancara yang digelar Rabu (4/2/2026), PDIP Manado secara terbuka menyaring calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 11 kecamatan se-Kota Manado dengan standar politik yang ketat.
Tahapan ini menjadi penentu penting bagi para kandidat, bukan hanya soal loyalitas, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, ketajaman strategi, hingga kesiapan mental dalam menggerakkan mesin partai di lapangan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado dr Richard Sualang melalui Sekretaris DPC Jeffry “Topa” Polii, SH, menegaskan bahwa proses ini bukan formalitas belaka, melainkan seleksi serius untuk menentukan figur yang layak memimpin PAC.
“Setelah wawancara dan psikotes, kita menunggu hasil dan kelengkapan berkas. Untuk psikotes, kemungkinan hasilnya keluar sekitar Jumat atau tiga hari setelah pelaksanaan, lalu langsung diteruskan ke DPD PDI Perjuangan Sulut,” kata Polii.
Ia menjelaskan, psikotes dilakukan oleh tim profesional dari Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia (HIPSI) Sulut, yang bertujuan mengukur kesiapan mental dan karakter kepemimpinan para kandidat.
Menurut Polii, tahapan ini krusial karena Ketua PAC adalah ujung tombak partai di tingkat akar rumput.
“Targetnya jelas, PDIP ingin Ketua PAC yang kuat secara mental, disiplin secara organisasi, dan siap bekerja sesuai garis partai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Manado, Ferry Sangian, menyebut bahwa mekanisme ini menunjukkan keseriusan PDIP dalam menyiapkan mesin partai menghadapi agenda politik ke depan.
“Ini bukan seleksi biasa. Dari semua partai, hanya PDIP yang berani dan konsisten menerapkan tahapan seperti ini. Artinya, PDIP tidak main-main dalam menyiapkan pemimpin struktur, terutama Ketua PAC yang punya peran strategis dalam konsolidasi dan pemenangan,” ujar Sangian.
Pantauan media di lokasi menunjukkan persaingan yang cukup ketat.
Sejumlah anggota DPRD Kota Manado seperti Herry Kolondam, Elryc Mosal, Florens Panukelan, Keiko Pangemanan, Jeane Sumilat, hingga Vanda Pinontoan terlihat serius mengikuti seluruh tahapan.
Kehadiran para legislator ini sekaligus menandakan bahwa posisi Ketua PAC bukan sekadar jabatan struktural, melainkan posisi strategis dalam peta kekuatan internal partai.
Tak kalah menarik, sejumlah Ketua PAC incumbent juga ikut diuji ulang, di antaranya Ongky Wijaya (PAC Sario), Nonong Pontoluli (PAC Tikala), dan Ronny Makawata (PAC Singkil).
Fakta ini menegaskan bahwa di PDIP Manado, status petahana tidak otomatis aman tanpa evaluasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Manado dr Richard Sualang tampak memantau langsung jalannya tes, didampingi jajaran pengurus DPC.
Sikap ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa DPC ingin memastikan proses seleksi berjalan objektif dan bebas kompromi.
Dengan tahapan ini, PDIP Manado mengirim pesan politik yang jelas bahwa struktur partai harus diisi figur yang siap bertarung, bukan sekadar numpang nama atau jabatan.
(***/Enny)


















