
Rapat koordinasi strategis yang dipimpin Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, Kamis (5/2/2026).
Manado, EkuatorNewscom – Kepercayaan pemerintah pusat langsung ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota Manado.
Setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 40 Kabupaten/Kota di Indonesia yang masuk program percepatan digitalisasi bantuan sosial (bansos), Manado langsung tancap gas.
Langkah awal ditandai dengan rapat koordinasi strategis yang dipimpin Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, Kamis (5/2/2026).
Rapat ini melibatkan tiga OPD kunci: Disdukcapil, Dinas Sosial, dan Dinas Kominfo, sebagai tulang punggung pelaksanaan program nasional tersebut.
Richard Sualang menegaskan, status pilot project bukan sekadar simbol, tapi tanggung jawab besar untuk memberi contoh.
“Sebagai salah satu dari 40 daerah yang terpilih secara nasional, Manado harus sukseskan program ini. Target kita jelas, digitalisasi bansos ini harus menjadikan Manado barometer bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara,” tegas Sualang.
Validasi NIK Jadi Senjata Utama, Disdukcapil di Garda Depan
Kunci perubahan besar ada pada integrasi dan validasi data.
Disdukcapil Kota Manado akan menjadi ujung tombak dalam memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) benar-benar valid dan tunggal, khususnya dalam pengajuan Program Keluarga Harapan (PKH).
Tak hanya itu, Disdukcapil juga menyiapkan layanan pengaduan khusus bagi warga yang mengalami masalah administrasi kependudukan, agar tidak terhambat hanya karena data yang belum sinkron.
Di sisi lain, Dinas Sosial bertugas menetapkan kriteria teknis penerima bansos agar tepat sasaran, sementara Dinas Kominfo mengatur publikasi dan sosialisasi sistem digital agar mudah dipahami masyarakat.
Pala dan ASN Turun Gunung, Warga Tak Boleh Tertinggal
Agar data benar-bePalanar akurat hingga ke tingkat bawah, Pemkot Manado akan melibatkan Ketua Lingkungan (Pala) dan ASN sebagai pendamping langsung masyarakat.
“Akan dibuka posko-posko khusus pendataan digitalisasi bansos. Kita tidak ingin ada warga yang berhak tapi tertinggal hanya karena kendala teknologi. Di sinilah peran Pala dan ASN untuk membantu warga,” ujar Sualang.
Melalui sistem digital ini, Pemkot Manado berharap penyaluran bansos lebih transparan, cepat, dan minim manipulasi, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.
(***/Enny)

















