
Ekuatornews.com. – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, MM, menghadiri Festival Budaya yang digelar oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) ID 0150 Getsemani Salurang, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan anak-anak sebagai pelaku utama dalam setiap rangkaian acara.
Kehadiran Bupati didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setibanya di lokasi kegiatan, Bupati bersama rombongan disambut secara adat oleh anak-anak PPA ID 0150 Getsemani Salurang.
Sebelum festival budaya dimulai, kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Patras Madonsa. Dalam ibadah tersebut, pembacaan Alkitab diambil dari 1 Samuel 7:1–12, yang menjadi refleksi bagi seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.
Festival budaya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PPA ID 0150 Getsemani Salurang. Pasalnya, seluruh rangkaian acara, mulai dari penyambutan hingga penampilan budaya, dipandu dan diperankan langsung oleh anak-anak PPA dengan menggunakan bahasa daerah Sangihe.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada para penanggung jawab program, staf, mentor, serta orang tua yang dengan penuh kesabaran membimbing dan melatih anak-anak sehingga mampu menampilkan proses budaya dengan baik.
Ia mengaku kagum melihat kemampuan anak-anak yang terlibat langsung dalam festival tersebut.
“Saya sangat kagum dan bangga karena dari proses penyambutan sampai pengisi acara semuanya adalah anak-anak hingga remaja. Mereka terlihat sudah menghafal dengan baik tanpa membaca. Saya yakin sampai 20–30 tahun ke depan kita tidak akan kesulitan mencari pelaku adat di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Thungari.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pola pendidikan yang diterapkan tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk mengetahui sesuatu, tetapi juga melatih mereka untuk berpikir, mempraktikkan, serta mengimplementasikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan nyata.
Bupati menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak lagi hanya menjadi penonton budaya, tetapi mulai bertumbuh sebagai pelaku budaya yang memahami makna dan nilai yang terkandung dalam setiap tahapan adat.
“Inilah bentuk pendidikan karakter yang sesungguhnya. Ketika anak-anak diajarkan memahami nilai-nilai budaya dan bertanggung jawab mempraktikkannya dalam kehidupan mereka,” tutup orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo tersebut.
Festival budaya yang diselenggarakan oleh PPA ID 0150 Getsemani Salurang ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan budaya daerah serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.
(*Udy)












