Pemkab Sangihe Tak Tinggal Diam, Kominfo Antisipasi Dampak Putusnya Palapa

Sangihe403 Dilihat

 

Ekuatornews.com. – Layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dipastikan akan mengalami pemutusan total selama sembilan hari, mulai 16 hingga 24 April 2026, akibat perbaikan kabel serat optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.

Gangguan ini terjadi akibat adanya perbaikan kerusakan kabel serat optik bawah laut (submarine fiber cut) pada jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane milik BAKTI Kominfo.

Berdasarkan surat resmi bernomor 136/BAKTI.31/PI.02.01/03/2026 yang ditandatangani Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, pemutusan sementara dilakukan untuk perbaikan parsial (partial cut), sebagai langkah pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas serta demi menjaga kualitas layanan jaringan di masa mendatang.

“Terdapat aktivitas krusial Restoration/Marine Operation pada tanggal 16-24 April 2026 yang akan menyebabkan layanan di kedua kabupaten putus layanan sementara,” tulis BAKTI dalam pernyataan resminya.

Perbaikan teknis ini akan dikerjakan oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia. Pihak BAKTI juga telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak terkait, termasuk Bupati, Dandim, dan Kapolres di wilayah terdampak, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Namun, Pemkab Sangihe Tak Tinggal Diam, Kominfo Antisipasi Dampak Putusnya Palapa. Menanggapi pemberitahuan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu SH mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dan segera melakukan langkah antisipatif.

“Saat ini sudah ada pemberitahuan resmi. Jadi beban puncak gangguan ada di tanggal 16-24 April 2026. Dinas Kominfo sudah meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Telkomsel untuk mengantisipasi dampak risiko melalui pengaktifan sistem radiostation atau radiosystem (radiolink),” ujar Ronald.

Meski terdapat upaya pengalihan jaringan melalui sistem cadangan radiolink, Ronald mengingatkan masyarakat untuk tetap bersiap karena kapasitas layanan radiolink tidak akan sekuat jaringan serat optik utama.

Kominfo mengimbau warga, pelaku usaha, hingga instansi pemerintahan untuk mempersiapkan langkah-langkah darurat, termasuk menyelesaikan aktivitas penting yang membutuhkan jaringan internet sebelum tanggal 16 April.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menyiapkan alternatif komunikasi, terutama untuk kebutuhan pelayanan publik, kesehatan, keamanan, serta koordinasi antarwilayah selama masa perbaikan berlangsung.

Pemutusan layanan ini menjadi perhatian serius karena jaringan Palapa Ring merupakan tulang punggung konektivitas digital di wilayah kepulauan, termasuk untuk layanan internet, telepon seluler, dan berbagai aktivitas berbasis daring.

(*Udy)