Kekompakan Pemimpin Sangihe di Lebaran Ketupat Kendahe Dua, Pesan Damai dan Silaturahmi Menguat

Sangihe102 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Kekompakan kedua pemimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali terlihat dalam Perayaan Lebaran Ketupat yang digelar di Masjid At-Taqwa Kampung Kendahe Dua, Kecamatan Kendahe, Minggu (29/3/2026).

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, hadir didampingi istri tercinta serta unsur Forkopimda, menunjukkan sinergitas dan kebersamaan dalam merayakan tradisi yang sarat nilai religius dan sosial tersebut.

Tak hanya itu, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati juga turut didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I dan Asisten III, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perikanan, Kasatpol PP, Kadis Dukcapil, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Direktur RSUD Liun Kendage, Kabag Kesra, serta Kabag Ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa tradisi ketupat memiliki makna mendalam yang menggambarkan persatuan dan kekuatan kebersamaan masyarakat.

“Ketupat ini terbuat dari anyaman janur yang sederhana, namun menyimpan makna yang luar biasa. Anyaman itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait, saling menguatkan hingga menjadi satu bentuk yang utuh. Begitu pula kita semua yang berkumpul di tempat ini,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa meskipun masyarakat berasal dari latar belakang yang berbeda, momentum Lebaran Ketupat menjadi ruang untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.

Ia mengangkat tema kegiatan yakni “Dari Beragama Dengan Cinta, Silaturahmi Dengan Logika”, sebagai pesan bahwa silaturahmi bukan hanya sekadar formalitas berjabat tangan, melainkan keberanian membuka hati dengan tulus.

“Silaturahmi bukan hanya tentang saling berjabat tangan, tetapi tentang keberanian membuka hati. Bukan sekadar mengucapkan maaf, tetapi juga tekad untuk memperbaiki dan mempertahankan hubungan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Kampung Kendahe Dua yang konsisten melaksanakan kegiatan Lebaran Ketupat sejak tahun 2004.

“Saya memberikan apresiasi yang tulus kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menghadirkan kegiatan ini sejak tahun 2004. Berarti sudah sekitar 22 tahun terus menghadirkan ruang untuk bersama, mempertemukan hati dan menemukan harapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi justru dari hal-hal sederhana seperti senyum, penghargaan, dan kesetiaan untuk menjaga persaudaraan.

“Seringkali kita berpikir perubahan besar dimulai dari hal besar, padahal perubahan itu lahir dari senyuman, dari langkah kecil, dari kesetiaan untuk saling menghargai. Bayangkan jika kebersamaan seperti ini terus kita pelihara, maka daerah kita akan menjadi tempat yang penuh kedamaian dan keberkahan,” katanya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Lebaran Ketupat sebagai awal komitmen baru untuk saling mendukung dan membangun masa depan yang lebih baik bagi Sangihe.

“Mari kita jadikan momentum ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal dari komitmen baru untuk saling menghargai dan saling mendukung demi masa depan yang lebih baik,” tutup Bupati.

Perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Kendahe Dua berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, kebersamaan, serta semangat persaudaraan antarwarga.

(*Udy)