Wabup Tendris Bulahari Buka Pembahasan Ranperbup RAD Penanggulangan TBC di Sangihe

Sangihe16 Dilihat

Ekuatornews.com. – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat komitmen dalam menanggulangi penyakit tuberkulosis (TBC) melalui penyusunan regulasi daerah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis yang digelar di Tahuna Beach Hotel, Kamis (23/4/2026).

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat TBC.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas kasih dan penyertaan-Nya, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti rapat pembahasan rancangan peraturan bupati tentang rencana aksi daerah penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Bulahari.

Menurutnya, tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang serius, bukan hanya di tingkat nasional namun juga menjadi perhatian besar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Wabup menegaskan, upaya penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, serta strategi yang terarah dan berkelanjutan.

“Penyusunan Ranperbup tentang Rencana Aksi Daerah ini merupakan langkah penting dan strategis dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis,” tegasnya.

Ia berharap dokumen RAD yang dibahas dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program penanggulangan TBC secara terintegrasi dan efektif.

Pada kesempatan itu, Bulahari juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menginisiasi kegiatan pembahasan regulasi tersebut.

“Saya berharap melalui rapat ini, kita dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang komprehensif, aplikatif, serta sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah kita,” lanjutnya.

Wabup juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi, karena keberhasilan program penanggulangan TBC sangat ditentukan oleh peran aktif masyarakat, tenaga kesehatan, serta dukungan lintas sektor.

“Peran aktif masyarakat, tenaga kesehatan, serta dukungan lintas sektor sangat menentukan keberhasilan kita dalam mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sehat dan bebas tuberkulosis,” tambah Bulahari.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka rapat pembahasan Ranperbup tersebut.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, rapat pembahasan Ranperbup tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Kepulauan Sangihe secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.

Rapat pembahasan ini turut dihadiri Kepala Bapelitbang Ronald Izaak selaku Ketua Tim Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Sangihe, Kepala Dinas Kesehatan dr. Handry Pasandaran sebagai Sekretaris Tim Penanggulangan Tuberkulosis, para kepala instansi vertikal, Kepala Lembaga Pemasyarakatan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Dengan pembahasan Ranperbup ini, Pemkab Sangihe menegaskan langkah nyata dalam memperkuat kebijakan kesehatan demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman tuberkulosis.

(*Udy)