
Ekuatornews.com – Upaya pencarian terhadap opa Arman Makitika (81), warga Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang hilang, resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh, Selasa (28/4/2026).
Pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Tahuna, Koramil 1301-03 Tamako, Polsek Tamako, serta masyarakat Kampung Lelipang.
Koordinator Pos Basarnas Tahuna, Maryoto, SE, menyampaikan bahwa hingga pencarian hari ketujuh, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Sampai pukul 16.00 WITA, kami tidak menemukan tanda-tanda apapun, baik pakaian, handuk, sendal, maupun petunjuk lainnya. Semua area yang diperkirakan sudah disisir sesuai rencana pencarian,” ujar Maryoto.
Maryoto menjelaskan, untuk Basarnas sendiri pencarian sudah berlangsung selama lima hari, sementara warga sudah melakukan upaya pencarian sejak hari pertama sehingga total sudah tujuh hari. Dengan kondisi lapangan yang sudah disisir secara menyeluruh, tim sepakat bahwa operasi pencarian sudah tidak efektif untuk dilanjutkan.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan anggota keluarga yang telah lanjut usia.
“Usia opa sudah 81 tahun lebih, harus lebih mendapat perhatian dari anak cucunya. Kadang perilaku lansia seperti kembali ke balita. Jangan menyalahkan opa, tapi keluarga harus menjaga,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Tamako AKP Melody Roring, SH menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan tanggung jawab dalam mengawasi lansia.
“Orang tua yang sudah lanjut usia harus lebih diperhatikan. Ini pengalaman bersama agar tidak terjadi lagi,” ujar Kapolsek.
Meski pencarian secara resmi dihentikan, Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap akan melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi apabila terdapat petunjuk baru terkait hilangnya korban.
“Polsek tidak akan berdiam diri. Kami tetap mencari informasi apakah ada hal lain yang terkait dengan hilangnya opa,” tambahnya.
Kapolsek juga mengingatkan agar masyarakat maupun pihak luar tidak menyebarkan informasi simpang siur, terlebih melalui konten yang tidak sesuai fakta lapangan.
“Jangan memberikan informasi yang bertolak belakang dengan apa yang tim laksanakan. Jangan bergerak sendiri dan menyebarkan berita simpang siur yang membuat masyarakat bingung,” tegasnya.
Senada dengan itu, pihak Koramil 1301-03 Tamako menyampaikan bahwa penghentian operasi pencarian bukan berarti seluruh upaya berhenti total.
Danramil menegaskan, Babinsa yang berada di wilayah Kampung Lelipang akan tetap melakukan pemantauan serta menggali informasi di lapangan.
“Dengan ditutupnya kegiatan ini bukan berarti tidak ada kegiatan berikutnya. Kami tetap mencari informasi melalui Babinsa dan akan berkoordinasi jika ada petunjuk,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kapitalaung Kampung Lelipang Manangsang Mandiangan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal selama beberapa hari terakhir.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR yang sudah melakukan yang terbaik. Ini bukan berhenti sampai di sini, pemerintah kampung tetap menghimbau masyarakat untuk terus melakukan pencarian secara kekeluargaan,” katanya.
Kapitalaung menegaskan, apabila ada perkembangan atau petunjuk baru, pihak pemerintah kampung akan segera menyampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Dengan dihentikannya operasi pencarian resmi, masyarakat diimbau tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan informasi atau tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan opa Arman Makitika.
(*Udy

















