Peringati Hardiknas 2026, Rektor Unsrat Tegaskan Pendidikan adalah Jantung Peradaban Bangsa

Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng saat peringatan Hardiknas 2026, menegaskan kembali nilai fundamental pendidikan bagi perjalanan bangsa.

Manado, EkuatorNews.com — Universitas Sam Ratulangi menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5/2026).

Rektor Unsrat Universitas Sam Ratulangi sekaligus membacakan sambutan resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam momentum tahunan yang sarat makna ini.

Dalam sambutan yang penuh refleksi, Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng menegaskan kembali nilai fundamental pendidikan bagi perjalanan bangsa.

“Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan,” ucap Sompie.

Tema Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu

Tahun ini, Hardiknas mengusung tema: “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Tema ini selaras dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi arah pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis 2025–2029 dengan visi:

“Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”

Pendidikan adalah Tanggung Jawab Bersama

Melanjutkan sambutan tersebut, Rektor Sompie mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun dunia pendidikan.

“Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua,” tegasnya.

Upacara Hardiknas 2026 di Unsrat tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas, merata, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

(***/Enny)