Disbudpar Kaimana Gelar FGD, Asisten II Setda Kaimana: Pariwisata Bisa Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Pendapatan Warga

Papua Barat40 Dilihat
“Asisten II Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier berfoto bersama seusai membuka Focus Group Discussion (FGD)”

KAIMANA, EkuatorNews.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kaimana menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra strategis pembangunan pariwisata di Rumah Makan Belia Kaimana, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier.

“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Asisten II Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier dalam sambutannya.

“Asisten II Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier saat menyampaikan sambutan di Focus Group Discussion (FGD)”

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada dunia.

“Pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah secara luas,” ujar Dedy Ombaier.

Dedy Ombaier juga mengatakan, Kabupaten Kaimana memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, wisata alam hingga wisata budaya.

“Keindahan Teluk Triton, kekayaan bawah laut, budaya masyarakat adat, serta keramahan masyarakat bisa menjadi modal utama yang harus dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui forum FGD tersebut, pemerintah daerah berharap dapat merumuskan langkah konkret, strategi bersama, serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan sektor pariwisata di Kaimana.

Dalam kesempatan itu, Dedy Ombaier juga menekankan sejumlah hal penting untuk mendukung kemajuan pariwisata daerah, di antaranya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan mitra strategis, mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, meningkatkan promosi wisata, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

“Saya mengajak seluruh peserta FGD untuk memberikan masukan, ide, dan rekomendasi yang konstruktif demi penyusunan arah kebijakan dan program pembangunan pariwisata Kaimana ke depan,” tutupnya. (REI)