FGD Revisi RENSTRA UNSRAT 2025-2029 yang dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
Manado, EkuatorNews.com — Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Revisi RENSTRA UNSRAT Tahun 2025–2029, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis yang akan menentukan arah pembangunan universitas dalam lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Rektor Sompie menekankan bahwa dokumen RENSTRA bukan sekadar formalitas.
“RENSTRA adalah pedoman dasar yang memastikan seluruh kebijakan, program, dan target kinerja berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Penyesuaian dengan Kebijakan Nasional
Revisi RENSTRA tahun 2025–2029 dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terbaru, khususnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 358/M/KER/2025 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi.
Melalui FGD ini, Rektor berharap seluruh peserta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RENSTRA sebelumnya, menganalisis kesenjangan antara indikator lama dan baru, serta menyusun target IKU yang lebih relevan, realistis, dan terukur.
Agenda Komprehensif Selama Tiga Hari
Rektor Sompie mengapresiasi rancangan kegiatan FGD yang berlangsung selama tiga hari. “Agenda ini sangat komprehensif, mulai dari evaluasi RENSTRA sebelumnya, pemetaan IKU terbaru, penyusunan target capaian, hingga harmonisasi dan finalisasi draft revisi RENSTRA,” jelasnya.
Menurutnya, keseriusan ini menunjukkan komitmen UNSRAT dalam menghasilkan dokumen RENSTRA yang benar-benar berkualitas dan dapat diimplementasikan secara nyata oleh seluruh unit kerja.
Dokumen Strategis dan Visioner
Rektor menegaskan bahwa revisi RENSTRA tidak boleh berhenti pada aspek administratif.
“RENSTRA harus menjadi dokumen strategis yang visioner, implementatif, dan mampu mendorong transformasi UNSRAT menuju perguruan tinggi unggul, berbudaya, dan berstandar internasional,” kata Sompie.
Ia mendorong seluruh peserta FGD untuk berdiskusi secara terbuka, objektif, dan konstruktif.
“Saya berharap kontribusi pemikiran terbaik dari semua peserta, agar hasil revisi RENSTRA ini benar-benar menjadi acuan bersama ke depan,” tambahnya.
Harapan kepada Tim Penyusun
Di akhir sambutannya, Rektor Sompie meminta Tim Penyusun RENSTRA untuk segera menindaklanjuti hasil FGD menjadi dokumen final yang: selaras dengan kebijakan nasional, sesuai kebutuhan institusi, dan responsif terhadap dinamika perkembangan pendidikan tinggi.
Dengan revisi RENSTRA yang lebih matang, UNSRAT diharapkan makin siap menghadapi tantangan dan mewujudkan transformasi perguruan tinggi yang berdaya saing global.
(***/Enny)














