BAKTI Terus Lakukan Pemulihan Kabel Laut Segmen Tahuna–Melonguane, Proses Pencarian Kabel Masih Berlangsung

Sangihe47 Dilihat

 

Ekuatornews.com. – Tim teknis Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus melanjutkan proses pemulihan jaringan kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane, Jumat (29/5/2026).

 

Berdasarkan pembaruan progres yang disampaikan Tim Humas BAKTI, pekerjaan di lapangan masih difokuskan pada proses pencarian dan penanganan kabel laut yang mengalami gangguan.

 

Pada pukul 03.02 WITA, tim melaporkan belum berhasil mengait kabel laut (No Hooked Cable). Grapnel atau alat pengait kabel kembali dipersiapkan untuk diturunkan ke dasar laut guna melanjutkan proses pencarian kabel secara lebih optimal.

 

Selanjutnya pada pukul 04.50 WITA, tim mulai melaksanakan proses pemotongan kabel di titik pekerjaan atau Start Cutting Drive sebagai bagian dari tahapan pemulihan jaringan.

 

Memasuki pukul 07.05 WITA, tim melakukan Start Pick Up Grapnel dengan mengangkat kembali grapnel dari dasar laut sebagai bagian dari proses lanjutan pencarian dan penanganan kabel untuk memastikan kesiapan menuju tahapan berikutnya.

 

Namun hingga pukul 10.11 WITA, tim kembali melaporkan kondisi No Cable Cut/Hooked Cable. Meski demikian, proses pencarian kabel tetap dilakukan secara bertahap dan hati-hati demi memastikan penanganan kabel berjalan optimal.

 

Tim Humas BAKTI menyampaikan bahwa tahapan selanjutnya akan difokuskan pada proses Holding Drive #1 KP 6 di sisi Melonguane. Pada tahap ini, kapal dan tim teknis akan menjaga posisi pekerjaan di titik KP 6 agar proses penanganan kabel tetap presisi.

 

Selain itu, akan dilakukan proses Cable Recovery & Testing & Buoy Off the End Cable di sisi Melonguane. Tahapan tersebut meliputi pengangkatan kabel ke permukaan laut, pengujian kualitas jaringan, hingga pemasangan pelampung penanda pada ujung kabel sebelum proses penyambungan lanjutan dilakukan.

 

BAKTI memastikan proses pemulihan jaringan terus dikerjakan secara maksimal guna menjaga kualitas layanan telekomunikasi di wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud dan sekitarnya.

 

(*Udy)