Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (Satgas P4GN) TNI AU menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Balai Prajurit Lanud Sam Ratulangi, Manado, Rabu (17/6/2026).
Manado, EkuatorNews.com – Komitmen memerangi penyalahgunaan narkotika terus diperkuat di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Hal itu terlihat saat Satuan Tugas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (Satgas P4GN) TNI AU menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Balai Prajurit Lanud Sam Ratulangi, Manado, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kampanye Satgas P4GN TNI AU Tahun Anggaran 2026 itu diawali dengan pemeriksaan urine bagi seluruh peserta yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama, dan ASN Lanud Sam Ratulangi.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BNNP Sulawesi Utara tersebut menghasilkan kabar menggembirakan. Seluruh peserta yang mengikuti tes dinyatakan negatif narkoba.
Komandan Lanud Sam Ratulangi, Yoyon Kuscahyono, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa sekaligus menghancurkan kualitas dan profesionalisme prajurit.
“Sebagai prajurit yang dipersiapkan menjaga kedaulatan negara, setiap personel harus selalu dalam kondisi fisik dan mental yang prima, bersih, sehat, dan jauh dari pengaruh narkoba maupun zat terlarang lainnya,” tegas Danlanud.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan pemahaman personel tentang bahaya narkoba sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Saya berharap seluruh personel semakin memahami bahaya narkoba, mengenali ciri-ciri penyalahgunaannya, dan menjadi agen perubahan dalam mendukung Indonesia bersih dari narkoba,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Komandan Puspomau sekaligus Wadan Satgas P4GN TNI AU, Seprianus Hanok Sarante, membacakan sambutan Dansatgas P4GN TNI AU.
Ia menjelaskan bahwa Satgas P4GN dibentuk oleh Mabesau untuk mendukung program nasional pemberantasan narkoba yang dicanangkan pemerintah.
Satgas tersebut bertugas menjalankan langkah pre-emptif, preventif hingga represif terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan TNI AU.
Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa berdasarkan Indonesia Drug Report 2025, Sulawesi Utara memiliki 187 kawasan rawan narkoba dengan total 234 kasus yang berhasil diungkap sepanjang tahun.
Namun demikian, Lanud Sam Ratulangi mencatat prestasi membanggakan karena tidak memiliki satu pun kasus penyalahgunaan narkotika sejak 2020 hingga April 2026.
Catatan nol kasus tersebut dinilai menjadi bukti tingginya disiplin, integritas, dan kesadaran hukum personel Lanud Sam Ratulangi dalam menjaga nama baik satuan.
Meski demikian, Satgas P4GN mengingatkan seluruh prajurit dan ASN agar tidak pernah mencoba bersentuhan dengan narkoba dalam bentuk apa pun.
“Sekali terjerumus, masa depan dan karier yang dibangun dengan susah payah bisa hancur, bahkan berdampak pada keluarga,” demikian pesan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kasubdit Skrining Ditbinlidkrimpamfik Puspomau, Yohanes Hapsoro, serta Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut, Tommy Sumampouw.
Sebagai penutup, dilakukan pemasangan simbolis rompi Satgas P4GN oleh Wadan Satgas kepada Danlanud Sam Ratulangi sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan TNI Angkatan Udara.
(***/Enny)










