Tertarik Jadi Ahli Pertanahan? Politeknik Agraria STPN Siapkan Jalan Karier untuk Generasi Muda

Nasional63 Dilihat

SLEMAN, EkuatorNews.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan kedinasan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Sebagai perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria STPN menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki minat pada bidang pertanahan, penataan ruang, pemetaan, dan kebijakan agraria.

Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kampus tersebut secara khusus dirancang untuk mencetak tenaga profesional yang siap mendukung pembangunan nasional melalui pengelolaan agraria, pertanahan, dan tata ruang yang berkelanjutan.

“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang memiliki minat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Sri Yanti Achmad di Gedung Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan empat program studi Sarjana Terapan, yakni Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, survei, serta pemetaan berbasis teknologi dan data spasial.

Menurut Sri Yanti, keunggulan Politeknik Agraria STPN terletak pada fokus pendidikan yang secara khusus membahas isu-isu agraria, pertanahan, dan tata ruang secara komprehensif dan multidisiplin.

Ia menjelaskan bahwa persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pengukuran dan pemetaan tanah, tetapi juga mencakup aspek hukum, kepastian hak atas tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian.

“Karena itu, kurikulum Politeknik Agraria STPN dirancang secara multidisiplin agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria, pertanahan, dan tata ruang di Indonesia,” jelasnya.

Selain fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, Politeknik Agraria STPN juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang bertujuan membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, serta kemampuan sosial para taruna.

“Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Hal itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Sri Yanti mengajak para siswa kelas XII SMA/sederajat yang sedang menentukan pilihan perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai jalur pendidikan dan pengembangan karier di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya.

Informasi terkait penerimaan taruna baru, persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, jadwal penerimaan, serta berbagai aktivitas kampus dapat diakses melalui laman resmi Politeknik Agraria STPN maupun media sosial resmi institusi tersebut. (IKI)