
KAIMANA, EkuatorNews.com — Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Dr. Mikhael, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa mahasiswa asal Kabupaten Kaimana yang menempuh pendidikan di Polbangtan Manokwari menunjukkan perkembangan yang cukup baik, baik dari sisi akademik maupun keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan.
Menurutnya, sejumlah mahasiswa asal Kaimana berhasil menorehkan prestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Bahkan, salah satu mahasiswa asal Kaimana berhasil lolos sebagai peserta Duta Petani Milenial di Jakarta.
“Secara umum mahasiswa asal Kaimana masuk dalam kategori baik. Selain memiliki prestasi akademik yang membanggakan, mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan,” ujar Mikhael saat ditemui awak media di Kaimana, Kamis (25/6/2026).
Meski demikian, pihak kampus masih menemukan sejumlah kendala yang kerap dialami mahasiswa, terutama saat masa liburan berakhir. Kendala transportasi dari Kaimana menuju Manokwari sering menjadi penyebab keterlambatan mahasiswa kembali ke kampus untuk mengikuti perkuliahan.
“Ada beberapa mahasiswa yang terlambat kembali ke kampus setelah liburan karena kendala transportasi. Akibatnya mereka tercatat tidak mengikuti perkuliahan atau alpha. Di Polbangtan, apabila mahasiswa alpha selama tiga hari berturut-turut, maka akan diberikan surat panggilan kepada orang tua,” jelasnya.
Sebagai dosen yang juga dipercaya menjadi orang tua asuh bagi mahasiswa asal Kaimana, Mikhael menyebut hingga saat ini belum ada mahasiswa asal Kaimana yang melakukan pelanggaran berat hingga berujung pada sanksi Drop Out (DO).
Ia menjelaskan, mahasiswa asal Kaimana yang menempuh pendidikan di Polbangtan Manokwari berasal dari jalur kerja sama antara pemerintah daerah dan kampus, serta jalur mandiri, hampir semuanya dinilai memiliki catatan yang baik selama menjalani pendidikan.
“Mahasiswa asal Kaimana yang masuk melalui program kerja sama sudah dua angkatan, ditambah beberapa mahasiswa dari jalur mandiri. Sampai saat ini belum ada yang melakukan pelanggaran berat hingga terkena sanksi DO,” tuturnya.
Mikhael berharap para mahasiswa asal Kaimana dapat terus menjaga disiplin, menjauhi pelanggaran yang dapat merugikan masa depan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Ia juga mengajak para orang tua untuk tetap memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak mereka meski berada jauh dari rumah.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjaga diri, bergaul dengan baik, dan fokus menyelesaikan pendidikan. Peran orang tua juga sangat penting untuk terus mengingatkan dan memberikan dukungan kepada anak-anaknya,” pungkasnya. (REI)












