Hadapi Tantangan Konseling di Era Digital, Disdikpora Kaimana Tingkatkan Kompetensi Guru BK

Papua Barat68 Dilihat
“Sebanyak 100 guru BK, wali kelas, dan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kaimana mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru BK Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Kaimana. Kegiatan ini bertujuan memperkuat layanan konseling sekolah sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi berbagai persoalan peserta didik di era digital.”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Sebanyak 100 guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, serta tenaga pendidik dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Kaimana mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru BK Tahun 2026.

Kegiatan yang merupakan kerja sama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kaimana dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua Barat itu digelar selama tiga hari, 25–27 Juni 2026, di SMA Negeri 1 Kaimana.

Mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Kaimana, Sekretaris Disdikpora Julius Nanay mengatakan peningkatan kompetensi guru BK menjadi langkah penting untuk memperkuat layanan pendampingan bagi peserta didik di tengah semakin kompleksnya tantangan pendidikan.

Menurutnya, bimtek tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi guru BK, tetapi juga melibatkan wali kelas karena memiliki peran strategis dalam mendampingi siswa di lingkungan sekolah.

“Kenapa wali kelas juga diundang? Karena harus ada sinkronisasi. Wali kelas juga dapat membantu menjalankan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling di sekolah,” ujar Julius saat membuka kegiatan, Kamis (25/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Julius juga menyoroti persoalan literasi peserta didik yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Kaimana. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ditemukan siswa tingkat SMA yang belum mampu membaca dengan baik.

“Di wilayah kota saja masih ada siswa SMA yang belum bisa membaca dengan baik, apalagi di daerah kampung. Kalau kondisi ini dibiarkan, persoalan tersebut akan terus berlanjut,” katanya.

Karena itu, ia berharap para peserta memanfaatkan bimtek untuk meningkatkan kapasitas dalam membimbing siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.

Sementara itu, Ketua Panitia, Olivia Songyanan, S.Th., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai respons terhadap semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi peserta didik di era digital.

Menurut Olivia, berbagai persoalan seperti perundungan (bullying), penyesuaian sosial, kesehatan mental, hingga perkembangan emosional siswa menuntut kehadiran guru BK yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai.

“Guru BK merupakan garda terdepan dalam membantu perkembangan kepribadian dan kesehatan mental peserta didik. Karena itu peningkatan kapasitas guru BK menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar mutu layanan bimbingan dan konseling, asesmen peserta didik berbasis instrumen modern, hingga sinkronisasi administrasi daerah dengan sistem pelaporan BGTK Pusat.

Bimtek menghadirkan narasumber dari BGTK Provinsi Papua Barat, yakni Muhammad Zulfa Sukmawan, M.Pd., selaku Person in Charge (PIC), Putra Pulung Pamungkas, S.Sos., Admin BK BGTK Papua Barat, Maria Eka Dama Sarkol, S.Pd., sebagai fasilitator nasional, serta Muharani sebagai fasilitator daerah.

Melalui kegiatan ini, kompetensi guru BK di Kabupaten Kaimana diharapkan semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan konseling yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. (REI)