
KAIMANA, EkuatorNews.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana akan meluncurkan buku berjudul Pala Papua pada ajang Festival Pala 2026 yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026.
Kepala DKPP Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan proses penyusunan buku tersebut telah memasuki tahap akhir dan saat ini sedang dalam proses desain sampul.
“Untuk pengecekan plagiasi dan tahapan lainnya sudah selesai dilaksanakan. Saat ini buku sudah masuk tahap desain cover,” ujar Alexander Furay saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, buku setebal kurang lebih 200 halaman tersebut disusun bersama tim dari Bidang Perkebunan DKPP Kaimana dan akan menjadi salah satu referensi penting terkait komoditas pala Papua.
“Dalam buku ini dibahas mulai dari sejarah pala, asal-usul nama ilmiah pala Papua, sebaran pala Papua, teknik budidaya, penanganan pascapanen, hingga berbagai produk olahan berbahan dasar pala. Jadi isinya cukup lengkap,” jelasnya.
Alexander menuturkan, peluncuran buku tersebut akan menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Pala 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Kaimana.
Ia berharap kehadiran buku dengan judul Pala Papua Emas Lokal Aromatik dapat menambah wawasan masyarakat sekaligus memperkuat promosi pala sebagai komoditas unggulan daerah.
“Buku ini akan kami luncurkan saat Festival Pala 2026. Kami berencana memesan sekitar 200 eksemplar. Namun setelah terbit, buku ini juga akan tersedia, baik melalui penjualan secara langsung maupun secara online,” katanya.
Dalam peluncuran buku itu juga, Ia membeberkan akan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon.
“Kami telah berkoordinasi dengan BBPPTP untuk menjadi narasumber, selain itu kami berupaya untuk bisa menghadirkan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” bebernya.
Melalui peluncuran buku tersebut, DKPP Kaimana berharap Festival Pala 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memperkuat pengetahuan masyarakat tentang pala Papua dan potensinya sebagai komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.
Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus











