DKPP Kaimana Fasilitasi Mediasi Program Pengembangan Pisang di Kampung Kooy, Kesepakatan Berhasil Dicapai

Papua Barat256 Dilihat
“Kepala DKPP Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, memimpin mediasi antara Pemerintah Kampung Kooy dan masyarakat guna menyelesaikan kesalahpahaman terkait pelaksanaan program pengembangan pisang”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana memfasilitasi mediasi antara Pemerintah Kampung Kooy dan masyarakat terkait pelaksanaan program pengembangan pisang.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DKPP Kaimana, Selasa (21/7/2026), menghasilkan kesepakatan bersama sehingga persoalan yang sempat mencuat berhasil diselesaikan secara damai.

Kepala Kampung Kooy, Karel Umuru, mengatakan persoalan yang terjadi merupakan masalah internal masyarakat terkait pelaksanaan program pengembangan pisang dan kini telah diselesaikan dengan baik melalui mediasi bersama DKPP.

“Kami datang ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian karena ada persoalan terkait program pengembangan pisang. Syukur, masalah tersebut sudah diselesaikan, sehingga kami bisa kembali ke kampung dan melanjutkan program dengan baik,” ujarnya kepada awak media.

Karel menjelaskan, kesalahpahaman yang terjadi dipicu oleh perbedaan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan program, sehingga diperlukan penyelesaian melalui mediasi yang difasilitasi oleh dinas sebagai penyelenggara program.

“Permasalahan ini murni berkaitan dengan penanaman pisang. Ada kekeliruan pemahaman di tengah masyarakat, sehingga kami bersama Dinas Pertanian menyelesaikannya melalui musyawarah. Kini persoalan tersebut sudah selesai,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa isu yang mengaitkan persoalan tersebut dengan kepentingan politik tidak benar.

“Masalah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik. Itu hanya isu yang berkembang di masyarakat,” tegas Karel.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan pihaknya bertindak sebagai mediator untuk menyelesaikan miskomunikasi yang terjadi antara pemerintah kampung dan masyarakat terkait pelaksanaan program pengembangan pisang.

“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupaya menjadi penengah agar kesalahpahaman antara Kepala Kampung dan masyarakat dapat diselesaikan secara baik,” ujarnya.

Menurut Alexander, suasana mediasi sempat berlangsung cukup tegang. Namun, melalui dialog dan musyawarah, seluruh pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk kembali bersama-sama menyukseskan program tersebut.

“Dalam proses mediasi memang sempat terjadi ketegangan. Namun akhirnya semua pihak sepakat untuk kembali bekerja sama menjalankan program pengembangan pisang di Kampung Kooy,” katanya.

Alexander berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kampung-kampung lain dalam mengelola program pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Program pemerintah memiliki keterbatasan, terlebih di kampung dengan jumlah penduduk yang besar. Karena itu, kepala kampung harus mampu mengambil peran dalam mengelola dan mendistribusikan program secara adil, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus