Hujan Deras Melanda Tamako, Sejumlah Rumah Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

Sangihe29 Dilihat
Oplus_0

 

Ekuatornews.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak banjir dan tanah longsor, Rabu (22/7/2026).

 

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di wilayah hukum Polsek Tamako sejak pukul 08.00 Wita, sejumlah rumah warga di Kampung Lelipang dan Kampung Binala mengalami kerusakan akibat bencana yang dipicu tingginya curah hujan.

 

Di Kampung Lelipang, tercatat tiga rumah warga terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat akibat banjir, masing-masing milik Manikome Lumahedo dan Hiwoiang Daud, dengan estimasi kerugian sekitar Rp40 juta per rumah. Sementara rumah milik Apelia Himponga mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur belakang dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta.

 

Sementara itu, di Kampung Binala, tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor. Rumah milik Viron Naro terdampak banjir dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta. Sedangkan rumah milik Samalam Tahumingge, Mengkalor Bio, Solohiga Daluase, Marode Sahiu, Katamang Ruban dan Katamang Kakahis mengalami kerusakan akibat tanah longsor dengan estimasi kerugian yang bervariasi.

 

Selain rumah warga, dua unit rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako juga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor. Estimasi kerugian terhadap kedua bangunan tersebut mencapai sekitar Rp200 juta.

 

Dampak hujan deras juga dirasakan warga di Lindongan II Kampung Pokol. Banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter dan berdampak terhadap kurang lebih 60 rumah warga. Namun, sekitar pukul 12.30 Wita, kondisi air mulai berangsur surut.

 

Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat laporan korban jiwa.

 

Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, pada pukul 13.30 Wita, Pelaksana Harian (PLH) Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Humokor, S.H., M.H., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Sangihe meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Kampung Lelipang dan Kampung Binala, Kecamatan Tamako.

 

Turut dalam peninjauan tersebut Kabag Ops Polres Kepulauan Sangihe AKP H. Katiandhago, S.E., Kabag Sumda AKP Anderson Rahotang, Kasat Polair IPTU Jeferson Pusunggulaa, S.E., Kasat Narkoba IPTU Muhammad Idwan Mahalieng, S.H., M.H., serta Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring, S.H.

 

Dalam kunjungan tersebut, jajaran kepolisian melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat dan wilayah yang terdampak sekaligus memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

 

Kapolsek Tamako bersama personel juga membantu masyarakat yang rumahnya terdampak banjir dan tanah longsor. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di wilayah yang terdampak.

 

Masyarakat yang tinggal di lereng gunung maupun kawasan yang rawan banjir dan tanah longsor juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.

 

Warga diminta segera mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih aman apabila kondisi lingkungan dinilai sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.

 

Sekitar pukul 15.10 Wita, PLH Kapolres Kepulauan Sangihe bersama jajaran PJU kembali ke Tahuna setelah melaksanakan peninjauan lokasi terdampak bencana di Kecamatan Tamako.

 

Hingga saat ini, pemantauan dan koordinasi lintas pihak terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan akibat kondisi cuaca dan curah hujan yang masih tinggi.

 

(*Udy)