Kios Pangan Awu Resmi Diluncurkan, Bupati Sangihe Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Tetap Stabil

Sangihe36 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Perum Bulog Cabang Tahuna resmi meluncurkan Kios Pangan Awu yang dirangkaikan dengan Operasi Pasar, Senin (27/7/2026), di Pasar Towo’e, Tahuna.

 

Peluncuran Kios Pangan Awu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten II Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat penerima bantuan.

 

Kepala Perum Bulog Cabang Tahuna, Asrul Tallamma, dalam laporannya mengatakan, pembentukan Kios Pangan Awu merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Perum Bulog dalam menjalankan amanat pemerintah terkait penyelenggaraan cadangan pangan serta menjaga stabilitas harga pangan pokok.

 

Menurut Asrul, kehadiran Kios Pangan Awu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan.

 

“Berawal dari koordinasi dan komunikasi yang intensif, usulan penyediaan kios tersebut mendapat respons positif hingga akhirnya dapat direalisasikan,” ujar Asrul.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga Kios Pangan Awu dapat diwujudkan.

 

Asrul juga memastikan kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan stok pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 103 ton. Selain itu, terdapat tambahan pasokan 600 ton yang sedang dalam perjalanan dari Sulawesi Tenggara dan 150 ton dari Bitung.

 

Untuk komoditas lainnya, Bulog Cabang Tahuna juga memiliki stok minyak goreng sebanyak 27 ribu liter dan gula pasir sebanyak 22 ton.

 

Nama Kios Pangan Awu sendiri dipilih dengan membawa makna filosofis yang erat dengan identitas masyarakat Sangihe. Layaknya Gunung Awu yang berdiri kokoh, Kios Pangan Awu diharapkan menjadi salah satu pilar dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus stabilitas harga bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan, peluncuran Kios Pangan Awu merupakan bentuk nyata sinergi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog Cabang Tahuna.

 

Sinergi tersebut, kata Bupati, diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.

 

“Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan tersedianya bahan makanan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok mereka dapat dipenuhi setiap saat,” kata Michael Thungari.

 

Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Bupati juga mengakui, sebagai daerah kepulauan dengan 25 pulau berpenghuni, Kabupaten Kepulauan Sangihe menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan.

 

Kondisi cuaca laut yang tidak menentu, gangguan pelayaran, hingga bencana longsor dan banjir menjadi sejumlah faktor yang dapat menghambat distribusi logistik ke berbagai wilayah.

 

“Oleh karena itu, menjaga ketersediaan stok pangan saat ini bukan hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama yang terdampak bencana, tetap dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

 

Michael Thungari turut memberikan apresiasi kepada Perum Bulog, TPID, TNI-Polri, para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang selama ini terus membangun sinergi dalam menjaga kelancaran distribusi pangan di tengah berbagai tantangan daerah.

 

Namun, Bupati juga mengingatkan agar kehadiran Kios Pangan Awu tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang di Pasar Towo’e.

 

“Saya menitipkan kepada Bulog agar harga yang dijual tetap sejalan dengan harga pasar sehingga tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Selain itu, pasokan harus selalu tersedia. Jangan sampai kios sudah ada, tetapi barangnya tidak tersedia,” tegasnya.

 

Bupati berharap seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID terus memperkuat koordinasi, melakukan pemantauan harga secara rutin, mengidentifikasi potensi gangguan distribusi sejak dini, serta menyiapkan langkah antisipatif, terutama dalam menghadapi situasi pascabencana yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

 

Dengan beroperasinya Kios Pangan Awu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi pemerintah daerah dan Perum Bulog diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sangihe.

(*Udy)