Gangguan Sistem Picu Kekacauan Layanan SPBU di Tahuna, Pemkab Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar

Sangihe33 Dilihat

 

Ekuatornews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tahuna dalam kondisi aman dan mencukupi. Gangguan pelayanan yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan akibat kendala jaringan telekomunikasi dan gangguan teknis pada peralatan pengisian.

 

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Yusak Karame S.AP usai melakukan monitoring dan evaluasi di dua SPBU yang beroperasi di Kota Tahuna, yakni SPBU Megaria di Kelurahan Santiago dan SPBU Dinasti di kawasan Towok.

 

Menurut Yusak, hasil pemantauan menunjukkan bahwa SPBU Megaria mengalami kendala jaringan telekomunikasi yang berdampak pada sistem pelayanan. Gangguan tersebut dipicu oleh proses perbaikan kabel laut sehingga memengaruhi koneksi jaringan di lokasi.

 

“Pihak SPBU saat ini sedang berupaya memasang jaringan Starlink sebagai solusi agar pelayanan dapat kembali berjalan optimal. Proses pemasangan masih berlangsung,” ujarnya.

 

Selain gangguan jaringan, terdapat pula kendala pada dispenser BBM. Dari tiga pulau dispenser yang tersedia, satu dispenser tidak beroperasi karena stok BBM telah habis sejak malam sebelumnya dan masih menunggu distribusi dari mobil tangki Pertamina. Sementara dispenser lainnya mengalami kerusakan pada sistem mesin sehingga aliran BBM tidak dapat berfungsi dan masih menunggu perbaikan teknisi.

 

Meski demikian, pelayanan untuk BBM jenis solar tetap berjalan normal. Antrean kendaraan paling panjang terjadi pada pembelian BBM jenis Pertalite dan BBM subsidi.

 

Sementara itu, di SPBU Dinasti Towok, gangguan pelayanan juga disebabkan oleh masalah jaringan dan kerusakan pada sistem mesin. Namun, pihak pengelola telah memasang jaringan Starlink sehingga operasional mulai kembali berjalan.

 

Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, sistem pengisian sementara dialihkan menggunakan mekanisme operasional sebelumnya sambil menunggu perbaikan mesin dan distribusi pasokan dari Pertamina.

 

Yusak menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan tidak ada persoalan kelangkaan kuota maupun stok BBM di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pasokan harian dari Pertamina tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

 

“Yang menjadi kendala saat ini murni persoalan jaringan dan teknis peralatan, bukan karena stok atau kuota BBM. Ketersediaan BBM dipastikan aman dan distribusi tetap berjalan setiap hari,” tegasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap seluruh pengelola SPBU yang masih mengalami kendala dapat segera menyelesaikan perbaikan sistem agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal. Kelancaran distribusi BBM dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari sektor transportasi, pertanian, perikanan hingga kegiatan ekonomi lainnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan perbaikan jaringan serta operasional SPBU guna memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

 

(*Udy)