
Ekuatornews.com – Puskesmas Manganitu terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan setelah Puskesmas Manganitu mencatatkan capaian terbaik di antara seluruh puskesmas di Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam pelaksanaan berbagai program kesehatan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Ruang Rapat Lantai II Puskesmas Manganitu, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan, Dinas Kesehatan, Polsek, para Kapitalaung, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan lintas sektor lainnya.
Camat Manganitu, Festus Andasia Makaminan, S.E., mengatakan forum tersebut menjadi wadah penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan sekaligus menyusun strategi pelayanan yang lebih efektif pada sisa tahun 2026.
“Melalui forum ini kita dapat mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan dan menyusun langkah-langkah ke depan untuk mendukung program Dinas Kesehatan. Berbagai kendala tentu ada, namun harus kita selesaikan bersama melalui koordinasi dan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Yunita Manangkalangi, S.A.P., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, memberikan apresiasi atas capaian Puskesmas Manganitu yang hingga kini masih berada pada peringkat pertama berdasarkan hasil evaluasi Dinas Kesehatan.
Menurutnya, forum konsultasi publik bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang evaluasi terhadap capaian program selama semester pertama sekaligus menyusun strategi untuk lima bulan terakhir tahun 2026.
“Kami berharap seluruh unsur yang hadir dapat memberikan masukan sehingga setiap persoalan kesehatan di tingkat kampung dapat dicarikan solusi bersama. Target minimal 95 persen harus tercapai, bahkan kita terus berupaya menuju capaian 100 persen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yunita juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas Kesehatan yang tidak dapat hadir karena mengikuti Rapat Paripurna DPRD terkait pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Sebagai bagian dari peningkatan transparansi pelayanan, Kepala Puskesmas Manganitu, dr. Anastasia Deisy Sentinuwo, memaparkan standar pelayanan yang diterapkan di Puskesmas Manganitu. Sebanyak 14 jenis pelayanan disediakan, mulai dari pendaftaran dan rekam medis, poli umum, unit gawat darurat, pelayanan kesehatan ibu dan anak, persalinan, rawat inap, laboratorium, farmasi, hingga ruang komunikasi, informasi, dan pengaduan masyarakat.
Ia menjelaskan, pelayanan di Poli Umum mengacu pada Standar Pelayanan Nomor 2/SP/XII/2023 dengan estimasi waktu pelayanan 10 hingga 15 menit per pasien. Seluruh proses pelayanan dilakukan sesuai prosedur mulai dari registrasi, pemeriksaan, penegakan diagnosis, pemberian edukasi, resep obat hingga rujukan apabila diperlukan.
Menurutnya, mutu pelayanan terus dijaga melalui pemenuhan standar tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta evaluasi internal secara berkala sesuai ketentuan perundang-undangan.
Selain menjamin pelayanan yang bebas dari pungutan liar, Puskesmas Manganitu juga membuka berbagai saluran pengaduan masyarakat sebagai bentuk keterbukaan dan upaya perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Puskesmas Manganitu turut memaparkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) hingga akhir tahun 2026 yang berfokus pada penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit. Program tersebut meliputi peningkatan pelayanan Posyandu Lansia dan Penyakit Tidak Menular (PTM), pengendalian rabies, pelayanan kesehatan jiwa, penanggulangan tuberkulosis dan kusta, pengendalian HIV, hingga penguatan sistem surveilans dan manajemen data kesehatan.
Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Puskesmas Manganitu optimistis seluruh target program kesehatan dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Manganitu secara berkelanjutan.
(*Udy)











