Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Sangihe Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying

Sangihe298 Dilihat

 

Ekuatornews com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Upaya tersebut dilakukan melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Tahuna, Selasa (14/7/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Kepulauan Sangihe, Rahmat Syaputra, S.H., bersama Tim Intelijen Kejari Kepulauan Sangihe hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi hukum kepada para pelajar.

 

Rahmat membawakan materi bertajuk “Anti-Bullying Squad”, yang menitikberatkan pada pentingnya peran pelajar dalam mencegah dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

 

Dalam pemaparannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, hingga dampak negatif yang dapat ditimbulkan baik terhadap korban maupun pelaku.

 

Tidak hanya memberikan pemahaman, kegiatan tersebut juga membekali para pelajar dengan langkah-langkah pencegahan bullying serta pentingnya membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga pergaulan yang sehat di lingkungan sekolah.

 

Melalui program JMS ini, Kejari Kepulauan Sangihe berharap para pelajar tidak hanya memahami aspek hukum terkait perundungan, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai “Anti-Bullying Squad” di sekolah masing-masing.

 

Para siswa didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kejaksaan dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada generasi muda. Edukasi hukum di lingkungan sekolah dinilai penting agar para pelajar memahami hak dan kewajibannya serta mampu mengambil keputusan yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan adanya program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Kepulauan Sangihe berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.

 

(*udy)