Pemuda Katolik Serukan Pendekatan Humanis dan Perlindungan Warga Sipil di Maybrat

MAYBRAT, EkuatorNews.com – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat Daya menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan serta peristiwa yang berdampak terhadap warga sipil di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya, Pieter Jefri Baru, pada 14 Agustus 2026. Ia mengatakan, kondisi yang terjadi menjadi keprihatinan bersama sekaligus pengingat pentingnya menjadikan keselamatan, rasa aman, dan martabat warga sipil sebagai perhatian utama.

Menurut Pieter, setiap penanganan situasi keamanan di Maybrat perlu dilakukan secara bijaksana, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan agar tidak menimbulkan keresahan maupun dampak lanjutan bagi masyarakat.

“Pemuda Katolik menyampaikan simpati dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Keselamatan dan perlindungan warga sipil harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat Maybrat dan Tanah Papua memiliki harapan yang sama untuk dapat hidup dalam suasana aman, tenteram, dan harmonis. Karena itu, komunikasi terbuka serta pendekatan humanis dan persuasif dinilai penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Dalam semangat Pro Ecclesia et Patria, Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya menyampaikan sejumlah pandangan terkait situasi tersebut.

Pertama, Pemuda Katolik mendorong agar korban dan keluarga terdampak mendapatkan perhatian, pendampingan, serta dukungan yang diperlukan.

Kedua, mereka meminta agar penanganan dan penelusuran terhadap peristiwa tersebut dilakukan secara menyeluruh, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ketiga, Pemuda Katolik mendorong adanya evaluasi terhadap pola penanganan situasi keamanan. Setiap langkah, kata Pieter, hendaknya mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, proporsional, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat sipil.

“Kami berharap setiap upaya menjaga keamanan benar-benar memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak menimbulkan keresahan baru,” katanya.

Selain itu, Pemuda Katolik mengajak seluruh pihak terkait memperkuat kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Maybrat melalui langkah-langkah pencegahan, komunikasi, koordinasi, serta membuka ruang dialog untuk meredam ketegangan.

Pieter juga mengimbau masyarakat Maybrat dan wilayah sekitarnya agar tetap tenang, menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga hubungan persaudaraan.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan ruang dialog yang bermartabat,” tegasnya.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pieter mengajak masyarakat merefleksikan kembali makna kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga kondisi ketika setiap warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, bermartabat, dan terbebas dari rasa takut.

Pemuda Katolik, lanjutnya, percaya bahwa perdamaian di Tanah Papua dapat terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap kemanusiaan, kepedulian terhadap masyarakat, dan kerja sama seluruh elemen bangsa.

“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Maybrat yang aman, damai, dan kondusif, serta Papua yang semakin sejahtera dan berkeadilan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Pieter.

(***/REI RUMLUS)