KAIMANA, EkuatorNews.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana dari Partai Demokrat, Matias Farisa, mengapresiasi langkah Polres Kaimana yang menggelar simulasi penanganan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kaimana.
Simulasi tersebut dilaksanakan Polres Kaimana di halaman Mapolres Kaimana, Kamis (27/8/2026), dengan melibatkan sejumlah unsur terkait sebagai upaya menguji kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla.
Menurut Matias, upaya pencegahan dan penanganan Karhutla tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah distrik dan kampung, serta masyarakat, perlu mengambil bagian dalam menjaga kelestarian hutan.
“Jangan hanya Polres Kaimana yang melaksanakan kegiatan seperti itu, tetapi kalau bisa semua pihak harus berpartisipasi dalam menjaga hutan yang ada di setiap distrik maupun kampung di Kabupaten Kaimana,” ujar Matias saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (2/9/2026).
Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak sangat penting karena kondisi hutan memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat Kaimana.
Sebagai masyarakat asli Papua, Matias mengatakan hutan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat.
“Bagi kami masyarakat, termasuk saya, kehidupan kami sangat bergantung pada hutan. Maka dari itu, mari kita semua menjaga hutan dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran,” tandasnya.
Matias berharap simulasi yang telah dilakukan Polres Kaimana dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pencegahan Karhutla.
Ia juga mendorong agar langkah-langkah pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tingkat distrik dan kampung.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, Matias berharap potensi Karhutla di Kabupaten Kaimana dapat ditekan sehingga kelestarian hutan serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam tetap terjaga.
Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus























