Perkuat Sinergi Pemerintahan, Wali Kota Andrei Angouw Buka Rakor Pendapatan Daerah dan Peluncuran Layanan Digital PBB

Foto bersama Wali Kota Andrei Angouw saat Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Manado sekaligus Launching Pelayanan Digital Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Manado, EkuatorNews.com — Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Manado sekaligus Launching Pelayanan Digital Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (7/9/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota Andrei Angouw menekankan pentingnya garis komando serta hirarki kepemimpinan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah kota hingga tingkat bawah untuk memiliki semangat kesatuan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Presiden membagi tugas kepada Gubernur, dan Gubernur membagi tugas ke Wali Kota maupun Bupati terus ke Camat, Lurah sampai Ketua Lingkungan. Prinsip dasarnya kita ini satu kesatuan, bagian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan bagian dari Pemerintah Pusat,” tegas Andrei di hadapan para peserta rakor.

Secara khusus, Wali Kota memberikan arahan kepada jajaran pejabat kewilayahan yang hadir, mulai dari 11 camat, 87 lurah, hingga 504 ketua lingkungan se-Kota Manado. Menurutnya, ketua lingkungan merupakan ujung tombak (“striker”) pelayanan yang bersentuhan langsung dengan warga.

Soroti Sinergi Pajak dan Pengentasan Kemiskinan

Terkait upaya peningkatan pendapatan daerah, Andrei meminta seluruh jajaran untuk mendukung penuh program optimalisasi pajak, termasuk opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari pemerintah provinsi.

Hasil dari penerimaan pajak tersebut nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur pemukiman, seperti per perbaikan jalan paving, drainase (got), hingga pembuatan talud.

Selain fokus pada penerimaan daerah dan digitalisasi PBB, Wali Kota juga memberikan penekanan terkait penanganan warga miskin ekstrem dan rentan.

Ia mengingatkan para pejabat wilayah agar bersikap objektif dan tidak memanfaatkan program bantuan untuk kepentingan pribadi atau keluarga.

“Kalau ada keluarga sendiri, urus dulu secara pribadi, jangan langsung dilempar ke sistem bantuan pemerintah. Penyaluran bantuan harus tepat sasaran dan objektif tanpa ada bias,” pungkasnya.

Melalui peluncuran Pelayanan Digital PBB ini, Pemkot Manado berharap kemudahan transaksi dan transparansi tata kelola perpajakan semakin meningkat, sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.

Rakor dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado dr Steaven Dandel, Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE.Ak, M.Si, Kepala Bapenda Manado Jefry F.R. Mongdong, S.Sos., M.Si., CGCAE, Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Utara yang membawahi wilayah Manado Ni Made Ayu Mulidyawati, SS., MA., AAAIK, CHRP, serta para Camat, Lurah, dan Ketua Lingkungan se-Kota Manado.

(Enny)