Liga PSSI Kaimana Dirancang Berjenjang, Liga 2 Jadi Wadah Pembinaan Pemain Muda

Papua Barat56 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, mulai mempersiapkan pelaksanaan Liga PSSI Kaimana sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah pembinaan sepak bola lokal.

Ketua PSSI Kabupaten Kaimana, Dennis Yusuf Sawi, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat perdana untuk membahas persiapan kompetisi yang dirancang menggunakan sistem liga.

Dalam persiapan tersebut, PSSI Kaimana telah mengundang sebanyak 30 tim untuk ambil bagian dalam kompetisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 tim telah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti liga.

“Dari 30 tim yang kita undang, sementara sudah 19 tim yang menyatakan siap mengikuti kompetisi. Pendaftaran masih tetap dibuka sehingga jumlah peserta masih memungkinkan bertambah,” kata Dennis kepada awak media di Kantor DPRK Kaimana, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kompetisi tahun ini menjadi tahap awal dalam membangun sistem liga sepak bola berjenjang di Kabupaten Kaimana.

Dalam format yang dirancang, seluruh tim akan terlebih dahulu mengikuti kompetisi. Selanjutnya, 16 tim terbaik akan menempati Liga 1, sedangkan tim yang berada di posisi ke-17 dan seterusnya akan masuk ke Liga 2.

“Yang bertahan di 16 besar itu yang menjadi Liga Lokal atau Liga 1. Sementara yang berada di posisi 17 sampai ke bawah kita jadikan Liga 2,” jelasnya.

Dennis menjelaskan, Liga 2 nantinya diarahkan sebagai kompetisi pembinaan pemain muda. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah menerapkan batas usia pemain, yakni 21 tahun ke bawah.

Selain menjadi wadah pembinaan, sistem tersebut juga akan dilengkapi dengan mekanisme promosi dan degradasi. Tim yang berada di posisi terbawah Liga 1 akan terdegradasi ke Liga 2, sementara tim terbaik dari Liga 2 berpeluang promosi ke Liga 1.

“Ini menjadi ajang pembinaan. Dalam rangka juga sudah mau dekat Pra-PON, jadi kita juga melihat bibit-bibit untuk kita utus keikutsertaan dalam Pra-PON,” ujarnya.

Melalui kompetisi tersebut, PSSI Kaimana berharap dapat memantau potensi pemain lokal yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili daerah pada ajang Pra-PON.

Terkait biaya pendaftaran, Dennis mengatakan dalam rapat persiapan telah disepakati nominal sebesar Rp1 juta untuk setiap tim peserta.

Sementara itu, hingga kini belum ada dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kaimana, baik melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun dinas terkait.

Meski demikian, PSSI Kaimana memastikan persiapan kompetisi tetap berjalan dengan mengandalkan partisipasi klub-klub peserta.

“Ini berjalan sesuai untuk kita, oleh kita dan untuk kita bersama di klub-klub, terutama untuk pembinaan di Kabupaten Kaimana,” katanya.

PSSI Kaimana menargetkan kompetisi tersebut mulai bergulir pada September 2026. Pelaksanaannya diupayakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir September.

Dengan sistem kompetisi berjenjang yang menggabungkan Liga 1 dan Liga 2 serta mekanisme promosi dan degradasi, PSSI Kaimana berharap liga ini dapat menjadi fondasi pembinaan sepak bola yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Kaimana.

(REI RUMLUS)